Aneh, Golkar Kok Beri Uang ke PKB

Kompas.com - 05/11/2008, 16:23 WIB

JAKARTA, RABU - Dua mantan anggota Komisi IX DPR 1999-2004 asal Fraksi PKB mengakui menerima uang dari terdakwa kasus aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), Hamka Yandhu. Masing-masing Amru Al Mu'tasyim dan Aliy As'ad.

Amru menerima uang sebesar Rp300 juta, yang dikatakan Hamka sebagai uang untuk sosialisasi amandemen UU BI dan penyelesaian BLBI.Dijelaskan Amru, uang sebesar Rp300 juta ia terima dalam dua tahap di kantor Hamka Yandhu masing-masing Rp100 juta dan Rp200 juta.

"Pak Hamka bilang, ini uang dari Pak Anthony untuk sosialisasi. Saya menganggapnya uang resmi," kata Amru. Namun, ketika kasus tersebut terungkap uang ratusan juta tersebut telah dikembalikannya ke penyidik KPK.

Sedangkan Aliy mengaku menerima uang sebesar Rp100 juta yang diberikan dalam 3 amplop. Menurut As'ad, uang tersebut merupakan bantuan pribadi dari Hamka kepadanya sebagai modal kampanye Pemilu Legislatif tahun 2004. 

Keterangan tersebut disampaikan keduanya saat dihadirkan bersamaan sebagai saksi pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11). Keterangan tersebut diragukan oleh hakim Hendra Yosbin. Menurut Hendra, tak masuk akal jika Hamka yang berasal dari Golkar memberikan uang sebesar itu untuk membantu kampanye As'ad yang berasal dari partai lain.

"Kondisi 2004 apa memungkinkan untuk itu? Padahal berasal dari partai yang berbeda. Menurut saya ini aneh," kata Hendra. "Politik kadang begitu, Pak Hakim," jawab As'ad.

Amru dan As'ad terlibat dalam pembahasan penyelesaian BLBI, yang diduga sebagai pangkal aliran uang. As'ad turut pula dalam proses amandemen UU BI. Beberapa hal diungkapkan Amru, mengenai pembahasan penyelesaian BLBI. Kesepakatannya, penyelesaian BLBI dilakukan oleh Menteri Keuangan dan BI. Komisi IX DPR hanya bisa memahami kesepakatan tersebut dan tidak bisa menolaknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau