Polisi Tangkap Preman Pemeras

Kompas.com - 06/11/2008, 20:59 WIB

Laporan wartawan Kompas Soelastri Soekirno

TANGERANG, KAMIS- Supriyadi (38), seorang kepala preman yang beroperasi di Perumahan Taman Permata Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang , Kamis (6/11), ditangkap polisi. Ia dipergoki Kepala Kepolisian Sektor Curug Ajun Komisaris M Amar bersama anggotanya sedang memeras pegawai perusahaan teralis yang hendak mengantar barang pesanan kepada warga di perumahan tersebut.

Supriyadi ketahuan sedang meminta uang Rp 200.000 secara paksa kepada pegawai perusahaan teralis. "Sebenarnya mobil yang memuat teralis itu juga membawa orang yang akan menurunkan teralis tersebut ke rumah pemesannya, tetapi Supri ngotot meminta uang dengan alasan sudah peraturan di situ," jelas Amar, pada Kamis malam ini.

Saat kedua belah pihak sedang saling ngotot, polisi yang sedang melintas dan melihat kejadian itu lalu menangkapnya. "Dia kami tahan dengan dugaan melakukan pemerasan," lanjut Amar. Ia mengimbau agar warga melaporkan ulah preman yang meresahkan mereka.

Di dalam kawasan perumahan di wilayah Serpong dan Curug Kabupaten Tangerang, sejak lama memang banyak preman yang kerap memeras pemilik rumah atau pengantar bahan bangunan yang akan menurunkan material seperti pasir, batu bata, semen, atau bahkan furnitur. Sayangnya, banyak warga enggan melapor ke polisi karena malas menjadi saksi.

Selain menangkap preman di perumahan, aparat Polsek Curug juga menangkap sembilan preman yang sering nongkrong di sekitar jembatan Bitung, Curug. Oleh karena tak terbukti memeras, para preman yang biasa menjadi calo angkot atau bus itu hanya mendapat pembinaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau