BANDUNG, KAMIS — Sebuah rumah bilik berpetak tujuh di kawasan Kota Bandung, Kamis malam ambruk dan memaksa 24 penghuninya mengungsi ke tempat yang lebih aman, akibat hujan deras turun sepanjang hari.
Lurah Cibunut, Muhammad Edi Purwadi di Bandung, Kamis malam menuturkan sekitar pukul 16.00 WIB warga Haji Alpi RT 02 RW 01 tersebut dihebohkan dengan suara rubuhnya rumah keluarga almarhum Ibu Hamijah yang kondisinya sudah lapuk. "Warga segera membantu evakuasi para penghuni yang kebanyakan berusia lanjut dan anak-anak ke tempat yang lebih aman," katanya.
Edi menjelaskan kondisi rumah yang diisi oleh tujuh kepala keluarga tersebut memang mengkhawatirkan. "Rumah tersebut sebenarnya masuk ke dalam daftar program rumah kumuh namun karena alasan jual beli pemilik enggan untuk merehabilitasi rumahnya," ujar Edi.
Bahkan menurut Ketua RW 02, Ateng, rumah keluarga Hamijah tersebut masih asli bangunan buatan tahun 1050-an sehingga waRga seringkali mengkhawatirkan penghuni yang kebanyakan jompo dan diantaranya sakit stroke. "Kami telah mengungsikan penghuni ke rumah Pak Ujair Apandi yang letaknya di depan rumah keluarga Hamijah," katanya.
Terkait dengan upaya yang akan dilakukan pemerintah daerah, Camat Bandung Kulon, Bambang Sukardi berjanji akan segera melakukan rehabilitasi rumah tersebut melalui Program Rumah Kumuh dan swadaya masyarakat. "Besok kami akan segera membuat tim untuk melakukan penghitungan pembangunan, mudah-mudahan anggarannya dapat segera turun," katanya.
Warga sekitar lokasi ambruknya rumah berinisiatif untuk membuka dapur khusus dan juga bantuan lainnya atas bantuan dana dari Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda yang meninjau lokasi kejadian. Hingga Kamis malam, keluarga korban rumah ambruk dalam keadaan sehat dan tidak ada satupun yang terluka akibat kejadian tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang