YOGYAKARTA, MINGGU — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta mengimbau penduduk sekitar pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk menanam pohon di sepanjang pesisir pantai sebagai upaya mencegah peningkatan abrasi di pantai tersebut.
"Dibandingkan dengan membangun pagar atau bendungan dari beton, jauh lebih baik ditanami dengan tanaman, tetapi tanamannya harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pantai," kata Ketua Walhi DIY Suparlan, Minggu (9/11).
Menurut Suparlan, tanaman pantai dapat menjadi penyangga ekologi sekitar pantai. Dan, semestinya tiap pemerintah daerah yang memiliki pantai segera menyiapkan lahan di sepanjang pantai untuk ditanami pohon. Ia menambahkan, pantai di Kabupaten Bantul lebih cocok ditanami pohon cemara udang.
"Pantai di Kabupaten Bantul memiliki keistimewaan, yaitu mempunyai gumuk pasir yang bagus untuk mencegah abrasi karena dapat digunakan sebagai benteng yang mencegah aliran air laut ke daratan," katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Gendut Sudarta mengatakan, abrasi paling parah terjadi di pantai Kecamatan Samas. "Pantai tersebut sebenarnya tidak ideal lagi untuk ditempati dan ditinggali penduduk. Setidaknya 300 meter dari daerah pasang tertinggi dan 10 meter dari bibir pantai jangan ditempati karena alasan keamanan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang