KAIRO,SELASA-Ratusan demonstran bentrok dengan pasukan keamanan Mesir yang berusaha menghentikan aksi unjuk rasa di pusat Kota Kairo, Senin(10/11).
Demonstran berjumlah sekitar 100 orang adalah pendukung pimpinan oposisi, Ayman Nour, yang dipenjara pada akhir 2005. Para demonstran berkumpul di lapangan di pusat kota tersebut guna menentang pembakaran markas Al-Ghad, partai yang dipimpin Nour.
Nour dipenjara dengan dakwaan pemalsuan dokumen setelah menjadi orang nomor dua setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak dalam pemilihan presiden paling akhir di negeri itu.
Polisi anti-huru-hara Mesir mengunci beberapa pengunjuk-rasa di dalam gedung partai tersebut, guna mencegah mereka turun ke jalan. Demikian dilaporkan beberapa saksi mata.
Istri Nour, Jameela Ismail, telah menuduh Partai Demokrasi Nasional, yang berkuasa, terlibat dalam pembakaran gedung partai suaminya. Jameela menuduh pemerintah telah mendukung pendukung Mousa Mustafa, faksi pesaing di dalam partai yang dituduhnya membakar bangunan itu.
Banyak orang percaya dipenjarakannya Nour berlatar-belakang politik setelah ia meningkatkan tantangan dalam pemilihan umum terhadap Mubarak, yang telah memangku jabatan sejak 1981.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang