Stok Habis, Petani Magetan Telat Beri Pupuk

Kompas.com - 11/11/2008, 21:46 WIB

 

MAGETAN, SELASA - Petani di sejumlah desa di Kabupaten Magetan telat memberikan pupuk ke tanaman padinya sebagai akibat sulitnya memperoleh pupuk. Terlatnya pemberian pupuk akan berimbas pada pertumbuhan padi dan produksi gabah yang dihasilkan saat panen nanti.

Berdasarkan pengamatan, Selasa (11/11), petani yang kesulitan memperoleh pupuk ini berada di Desa Sukomoro, Bulu, dan Kedungguwo di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Di Desa Takeran, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, petani juga kesulitan memperoleh pupuk.

Menurut Ajis, petani di Desa Sukomoro, tanaman padinya baru diberikan pupuk saat usianya sudah berusia sepuluh hari. Sementara idealnya, tanaman padi sudah diberi pupuk pada usia tujuh hari. Adapun Mardi, petani di Desa Kedungguwo, mengatakan padinya yang sudah berusia 20 hari belum diberikan pupuk sama sekali.  

Semua kios pupuk kehabisan pupuk, keluh Ajis. Di kios pupuk di Kedungguwo dan Bulu, persediaan pupuk urea sudah habis sejak satu minggu yang lalu. Sampai kemarin pagi, belum ada lagi kiriman pupuk urea.  

Sekarang ini ada peraturan baru, petani harus membeli pupuk di kios di desanya, tidak boleh membeli di kios di desa lain. Namun hal ini menyulitkan petani karena pasokan pupuk di kios tidak mencukupi kebutuhan petani, ujar Mardi. Sementara Ajis bisa memperoleh pupuk bukan dari kios pupuk tetapi meminjam dari petani tebu yang memiliki kelebihan pupuk. Karena jumlahnya terbatas, jumlah pupuk yang bisa dipinjamnya masih jauh dari yang dibutuhkannya.

Dia hanya bisa meminjam 1,5 kuintal urea dari kebutuhan enam kuintal urea dan 50 kilogram pupuk NPK Phonska dari kebutuhan dua kuintal. " Sekarang saya masih bingung mau cari pupuk ke mana," tambahnya.

Telatnya pemberian pupuk ke padi, menurut Ajis dan Mardi, akan berpengaruh pada pertumbuhan padi dan produksi gabah saat panen.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau