JAKARTA, RABU - Dampak dari banjir akan memengaruhi kegiatan belajar mengajar di taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama negeri (TK, SD, dan SMPN) di Jakarta. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta mencatat sebanyak 416 sekolah terdiri dari satu TKN, 361 SDN, dan 54 SMPN berada di kawasan rawan banjir.
Kepala Sub Dinas (Kasubdis) Gedung dan Peralatan Sekolah Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, Didi Sugandhi mengatakan, ke-416 sekolah ini menempati 312 gedung sekolah. Menurut dia, sebagian gedung ditempati dua hingga tiga sekolah, namun ada juga satu gedung ditempati satu sekolah.
"Data-data ini berdasarkan catatan banjir awaln tahun 2008. Diharapkan tahun ini jumlah bangunan yang rawan terendam banjir akan berkurang," kata Didi, Rabu (12/11).
Salah satu solusi yang diusulkan, jelas Didi, membangun gedung sekolah dengan model panggung seperti yang sudah terbangun di salah satu sekolah Bintaro, Jakarta Selatan dan Bidaracina Jakarta Timur.
Namun, Didi mengatakan, program sekolah panggung belum menjadi prioritas pada tahun depan karena mereka harus menuntaskan 394 sekolah yang rawan ambruk. "Ini dulu diselesaikan, baru kami membangun sekolah model panggung," ujar Didi.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ahmad Husein Alaydrus mengatakan, program sekolah panggung hendaknya tidak sekadar menjadi wacana. "Ini harus juga masuk prioritas terutama sekolah yang setiap tahun tak luput dari banjir. Kenapa, biar murid tidak terganggu dalam proses belajar mengajar," papar Alaydrus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang