Banjir di Kapuas Hulu Meluas, Pemkab Siaga 24 Jam

Kompas.com - 12/11/2008, 21:45 WIB

PONTIANAK, RABU - Banjir yang sehari sebelumnya melanda dua kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (12/11), semakin meluas. Selain Kecamatan Bunut Hulu dan Bunut Hilir, kini sebagian wilayah Kecamatan Nanga Kalis dan Mentebah juga terendam banjir. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan siaga penuh untuk mengantisipasi dampak banjir tersebut.

"Bupati dan wakil bupati (Kapuas Hulu) memerintahkan satuan koordinasi pelaksaanan penanggulangan bencana di Kapuas Hulu untuk siaga 24 jam. Begitu ada permintaan dari camat selaku ketua satkorlak PB di lapangan, bantuan pangan dan obat-obatan langsung didistribusikan ke korban bencana banjir," kata Kepala Subbagian Perlindungan Masyarakat dan Pembinaan Potensi pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kapuas Hulu, sekaligus Koordinator SAR Kapuas Hulu , Benardi SN, yang menghubungi Kompas , Rabu (12/11).  

Muhlis Efendi (38), warga Nanga Semangut yang bekerja di Desa Mentebah, Kecamatan Nanga Mentebah, saat dihubungi mengatakan, air Sungai Suruk meluap dan menggenangi sebagian kecamatan itu. Sedikitnya ada 200 rumah panggung di Mentebah yang tergenang banjir.  "Jalan utama di Kecamatan Mentebah tidak bisa dilewati karena masih tergenang banjir," katanya.

Marhadi (34), guru SMP Negeri Mentebah, mengatakan, banjir juga menggenangi empat sekolah di sana sehingga sehingga ratusan siswa terpaksa diliburkan. Sekolah yang dilanda banjir meliputi SDN 1, SDN 12, SMPN 1, dan SMAN Mentebah .

Sementara di Kecamatan Nanga Kalis, genangan air di jalan raya juga berkisar satu meter. Di sana sekitar 600 rumah panggung tergenang air setinggi satu meter. "Dikhawatirkan banjir akan terus naik karena di daerah perhuluan sungai masih turun hujan yang cukup deras," kata Benardi.

Di Nanga Kalis ada tiga sekolah yang diliburkan, yakni SDN 1, SDN 2, dan SMPN 1. Sementara di Desa Temuyuk ada dua sekolah yang diliburkan, yakni SDN 1 Temuyuk dan SMPN Temuyuk.

Di dua kecamatan yang sebelumnya dilaporkan terendam banjir hingga setinggi satu meter, yakni di Kecamatan Bunut Hulu dan Bunut Hilir, Rabu siang sudah mulai surut. Kurniawati (32), warga Semangut menyatakan, ketinggian genangan air tinggal 0,5 meter.

Meski demikian, sejumlah enam sekolah di Semangut masih meliburkan siswanya . Enam sekolah itu meliputi SDN 12, SDN 1, Madrasah Ibtidaiah, Madrasah Tsanawiyah, SMPN Semangut, dan SMAN Semangut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau