PONTIANAK, RABU - Banjir yang sehari sebelumnya melanda dua kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (12/11), semakin meluas. Selain Kecamatan Bunut Hulu dan Bunut Hilir, kini sebagian wilayah Kecamatan Nanga Kalis dan Mentebah juga terendam banjir. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan siaga penuh untuk mengantisipasi dampak banjir tersebut.
"Bupati dan wakil bupati (Kapuas Hulu) memerintahkan satuan koordinasi pelaksaanan penanggulangan bencana di Kapuas Hulu untuk siaga 24 jam. Begitu ada permintaan dari camat selaku ketua satkorlak PB di lapangan, bantuan pangan dan obat-obatan langsung didistribusikan ke korban bencana banjir," kata Kepala Subbagian Perlindungan Masyarakat dan Pembinaan Potensi pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kapuas Hulu, sekaligus Koordinator SAR Kapuas Hulu , Benardi SN, yang menghubungi Kompas , Rabu (12/11).
Muhlis Efendi (38), warga Nanga Semangut yang bekerja di Desa Mentebah, Kecamatan Nanga Mentebah, saat dihubungi mengatakan, air Sungai Suruk meluap dan menggenangi sebagian kecamatan itu. Sedikitnya ada 200 rumah panggung di Mentebah yang tergenang banjir. "Jalan utama di Kecamatan Mentebah tidak bisa dilewati karena masih tergenang banjir," katanya.
Marhadi (34), guru SMP Negeri Mentebah, mengatakan, banjir juga menggenangi empat sekolah di sana sehingga sehingga ratusan siswa terpaksa diliburkan. Sekolah yang dilanda banjir meliputi SDN 1, SDN 12, SMPN 1, dan SMAN Mentebah .
Sementara di Kecamatan Nanga Kalis, genangan air di jalan raya juga berkisar satu meter. Di sana sekitar 600 rumah panggung tergenang air setinggi satu meter. "Dikhawatirkan banjir akan terus naik karena di daerah perhuluan sungai masih turun hujan yang cukup deras," kata Benardi.
Di Nanga Kalis ada tiga sekolah yang diliburkan, yakni SDN 1, SDN 2, dan SMPN 1. Sementara di Desa Temuyuk ada dua sekolah yang diliburkan, yakni SDN 1 Temuyuk dan SMPN Temuyuk.
Di dua kecamatan yang sebelumnya dilaporkan terendam banjir hingga setinggi satu meter, yakni di Kecamatan Bunut Hulu dan Bunut Hilir, Rabu siang sudah mulai surut. Kurniawati (32), warga Semangut menyatakan, ketinggian genangan air tinggal 0,5 meter.
Meski demikian, sejumlah enam sekolah di Semangut masih meliburkan siswanya . Enam sekolah itu meliputi SDN 12, SDN 1, Madrasah Ibtidaiah, Madrasah Tsanawiyah, SMPN Semangut, dan SMAN Semangut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang