Bahasa Indonesia Menjadi Kendala Jemaah Daerah

Kompas.com - 15/11/2008, 19:52 WIB

JAKARTA, SABTU - Penguasaan Bahasa Indonesia ternyata menjadi kendala bagi sebagian jemaah haji asal daerah. Mereka kurang mampu berbahasa Indonesia, sehingga bila tersesat sulit diarahkan.

Media Center Haji (MCH) di Mekkah membenarkan banyak jemaah Indonesia tersesat saat di Masjidil Haram lantaran alasan baru pertama kali melakukan ibadah haji, usia lanjut sehingga mudah tertinggal dari rombongan, dan masalah bahasa.

Koordinator MCH Mekkah Rahmat Santosa, yang dihubungi Sabtu (15/11) mengatakan sebagian besar jemaah baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah suci sehingga belum hafal lokasi. "Apalagi, sebagian besar hanya mampu berbahasa daerah. Bahasa Indonesia mereka kurang lancar. Jemaah usia lanjut suka tertinggal dari kelompoknya," katanya.

Untuk mengatasi hal ini sebenarnya telah disediakan petugas penyapu yang bekerja khusus menjemut para jemaah yang tersesat. Namun, lagi-lagi kendala bahasa menjadi masalah. Selain petugas penyapu, Rahmat menjelaskan para jemaah sebenarnya telah mengenakan seragam yang membedakan dengan jemaah negara lain. Dengan begitu, saat mereka lepas dari kelompoknya dapat terdeteksi dengan mudah.

Selain itu, para jemaah juga mengenakan tanda, seperti syal untuk membedakan dengan jemaah dari kelompok lain. Tanda seperti ini sudah dipakai sejak dari embarkasi pemberangkatan.

Sementara itu, hingga pukul 07.30 waktu setempat jumlah jemaah yang telah memasuki Mekkah mencapai 8.383 orang. Mereka berasal dari 20 kelompok terbang (kloter). Menurut MCH 7 kloter jemaah lainnya masih dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekkah.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau