Puluhan Desa di Pemalang Rawan Longsor

Kompas.com - 16/11/2008, 15:53 WIB

 

PEMALANG,MINGGU--Puluhan desa di bagian wilayah selatan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, rawan bencana angin puting beliung dan tanah longsor pada musim penghujan ini.

"Meski hingga kini musibah bencana longsor dan angin lisus (puting beliung) belum sampai menimbulkan korban jiwa namun kami minta masyarakat harus selalu waspada guna mengantisipasi sewaktu-waktu bencana itu muncul," kata Kasi Perlindungan Masyarakat Kesbanglinmas Kabupaten Pemalang, Yoyo Sumaryo di Pemalang, Minggu(16/11).

Menurut Yoyo, peta rawan bencana longsor dan angin tersebut, yaitu berada di Kecamatan Belik, Pulosari, dan Watu Kumpul. Selain itu, pada musim hujan ini, Kecamatan Comal, Taman, Petarukan, Pemalang, dan Ulujami rawan banjir.

Namun, dari sejumlah daerah tersebut, Kecamatan Ulujami dan Comal merupakan daerah yang dinyatakan langganan banjir. Maka dari itu, untuk mengantisipasi terhadap bencana alam, pihak Kesbanglinmas telah membentuk posko bencana di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten yang disiagakan selama 24 jam.

Selain itu, pemantauan ketinggian air sungai di Kabupaten Pemalang juga terus dilakukan, khususnya anak Sungai Comal. "Sejumlah desa yang masuk rawan banjir itu karena lokasinya merupakan pertemuan Sungai Comal dengan Kaliwadas," tambah Yoyo.

Sementara itu, Sahudi, salah seorang warga mengatakan, memasuki musim penghujan seperti sekarang ini telah menimbulkan kekhawatiran para warga karena mereka menempati rumah di lokasi yang kondisi tanahnya labil. "Ada kemungkinan, rumah kami bisa ambrol jika air hujan terus mengguyur. Namun kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan terjadinya tanah longsor," kata Sahudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau