JAKARTA, SENIN - PT Indomobil Niaga International (IMNI) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Suzuki di Indonesia optimis di tengah proyeksi melemahnya pasar otomotif tahun depan, masih akan mampu menguasai sekitar 14 persen pasar mobil di Indonesia. "Sulit bagi kami menyebutkan berapa target penjualan tahun depan, tapi setidaknya pangsa pasar Suzuki bisa naik menjadi 14 persen," ujar Direktur Pemasaran PT IMNI Endro Nugroho, di Jakarta, Minggu (16/11).
Dari Januari sampai Oktober 2008, katanya penjualan retail Suzuki di Indonesia mencapai sekitar 64.753 unit atau sekitar 13 persen dari total pasar mobil di Indonesia yang mencapai sekitar 522 ribu unit. Diperkirakan sampai akhir tahun, pihaknya bisa mencapai angka penjualan sekitar 78 ribu unit dari target awal sekitar 80 ribu unit.
Krisis ekonomi global akan membawa dampak terhadap permintaan mobil (melemah) di dalam negeri dalam sisa dua bulan terakhir. "Memang target tahun ini sedikit terkoreksi dari target awal (penjualan Suzuki) sebesar 80 ribu unit. Kami tidak ingin mengejar penjualan secara ’wholesale’ karena tidak ada gunanya," ujarnya.
Untuk tahun depan, kendati tantangannya semakin berat karena meluasnya dampak krisis keuangan dunia, Endro masih optimis Suzuki mampu menjadi pemain nomor tiga di pasar mobil nasional. Menyusul berbagai penghargaan yang diterima sejumlah model mobil Suzuki yang di pasarkan di Indonesia.
Pada 6 November 2008 misalnya Suzuki SX4 Cross Over mendapat predikat "Car of The Year 2008" dan "Best Compact SUV" dari majalah Auto Bild. Demikian pula dengan Neo Baleno mendapat predikat "Best of Small Sedan" dari majalah yang sama. Sedangkan Suzuki APV Arena mendapat penghargaan "Honourable Mention of Small MPV Frame," dari majalah MobilMotor pada akhir pekan lalu.
"Berbagai penghargaan tersebut menjadi modal bagi kami untuk mendukung penjualan mobil Suzuki di Indonesia. Penghargaan itu bukan hanya dibangun untuk mempengaruhi orang, tapi karena pengalaman orang terhadap produk itu, dan itu modal kami melangkah ke depan," ujar Endro. Diperkirakan, dalam sisa dua bulan terakhir ini, penjualan mobil akan melemah. Inden (masa tunggu) yang semula mencapai 2-3 bulan seperti Suzuki Cross Over akan turun.
Penjualan kendaraan sport (SUV) tersebut per bulan, kata Endro, rata-rata mencapai sekitar 800 unit per bulan dengan permintaan 2-3 kali lebih besar, sehingga indennya panjang, karena kapasitas perakitan yang belum besar. "Tahun depan masyarakat akan semakin rasional dalam membeli mobil dengan berbagai pertimbangan, mulai dari performance kendaraan, keiritan dan harga," ujarnya.