Malam Indonesia di Pantai Copacabana

Kompas.com - 21/11/2008, 09:03 WIB

RIO de JANEIRO,RABU--Jamuan makan malam sekaligus Malam Kebudayaan Indonesia digelar di gedung Clube Monte Libano, suatu tempat pertemuan di Pantai Copacabana di jantung pariwisata Brasil, Rio de Janeiro, Rabu (19/11) malam.

Dihadiri Presiden dan Ny Ani Susilo Bambang Yudhoyono serta beberapa menteri, di tengah sekitar 200 pejabat pemerintah, usahawan, dan mitra bisnis Brasil, Malam Kebudayaan Indonesia ini berlangsung hangat dan meriah.

Suguhan tarian rampai yang atraktif asli Aceh disambut tepukan meriah hadirin. Demikian pula saat beberapa penari Indonesia menarikan Kiprah Glipang dari Jawa Timur dan Lenggang Nyai dari Jakarta.

”Sudah lama saya dan istri serta teman-teman ingin berkunjung ke Rio de Janeiro. Semoga acara ini dapat mempererat hubungan persahabatan kedua negara kita,” kata Kepala Negara.

Tari rampai yang dinamis dan harmonis seolah mencerminkan hubungan kedua negara yang besar secara geografis dan demografis. Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, sementara Brasil kelima. Kendati terletak terpisah, dibelah lautan yang panjangnya ribuan kilometer, hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, kendati masih terbatas, tetap tumbuh.

Pariwisata menjadi salah satu andalan Brasil, terutama dengan potensi alam dan kebudayaannya yang tinggi dan bervariasi. Negeri Samba yang gila bola ini memiliki produk domestik bruto (GDP) sekitar 1,52 triliun dollar AS, dengan sumber daya alam tropis yang mirip Indonesia; hutan tropis, minyak bumi, gas alam, emas, perak, tembaga, dan, yang tidak kalah menarik, pariwisata.

”Antara Indonesia dan Brasil kini ada kesepakatan kemitraan strategis untuk memacu kerja sama yang makin luas dan erat untuk kesejahteraan bersama,” kata Presiden Yudhoyono.

Atmosfer persahabatan disuguhkan dalam malam Indonesia ini. Termasuk peragaan busana bernuansa batik bertema ”Impian Gadis Ipanema” rancangan desainer Indonesia, Stephanus Hamy. Aroma wewangian dan suguhan udang rebus, ayam panggang, dipadu anggur Finca Roja 2007 menyemarakkan suasana dengan alunan musik bambu asli Bandung, Samba Sunda, dan grup tari Citra Nusantara yang menambah kehangatan. (Bambang Sukartiono dari Brasil)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau