Roket Terus Hantam Israel, Gaza Tetap Ditutup

Kompas.com - 22/11/2008, 01:05 WIB

YERUSALEM, JUMAT - Beberapa milisi Palestina telah menembakkan sebuah roket ke sebuah kota Israel dekat Jalur Gaza. Roket yang diluncurkan Jumat (21/11) itu mendarat di sebuah zona industri di kota Ashkelon tetapi tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Militer Israel melaporkan seluruh lintasan menuju Gaza tetap ditutup karena tetap diluncurkannya roket milisi Palestina ke wilayah Israel. Israel semula mengizinkan masuknya suplai kemanusiaan ke Gaza selama berlangsung gencatan senjata selama 5 bulan dengan para penguasa Hamas di Gaza.

Namun, Israel kemudian menutup perbatasan itu setelah diakhirinya gencatan senjata pada 4 November akibat serangan roket milisi Palestina yang dibalas dengan serangan udara Israel. Israel menjelaskan penutupan Jalur Gaza akan tetap berlangsung hingga milisi menghentikan serangannya.  

Utusan perdamaian internasional Tony Blair mengaku "sangat prihatin" dengan peningkatan aksi kekerasan. Tony Blair menyerukan agar gencatan senjata tetap dijaga dan pemblokadean Gaza dicabut. Pemblokadean Gaza telah mengakibatkan 1,4 juta warga Palestina kekurangan bahan pangan serta bahan bakar.

"Pembukaan kembali Gaza dalam waktu dekat untuk akses reguler produk komersil dan kemanusiaan penting termasuk bahan bakar, pangan serta obat-obatan merupakan masalah vital. Satu-satunya solusi terhadap situasi yang memprihatinkan di Gaza adalah diakhirinya serangan teroris, terus dipertahankannya pengekangan diri serta dibukanya Jalur Gaza," demikian permohonan Tony Blair lewat sebuah pernyataannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau