Krisis Ekonomi AS, Sinyal Awal Pergeseran Kekuatan

Kompas.com - 22/11/2008, 06:09 WIB

WASHINGTON, JUMAT - Krisis ekonomi AS adalah sinyal pergeseran kekuatan yang sudah mulai terjadi. Pamor AS di bidang ekonomi dan militer memudar serta Asia akan menjadi sentra manufaktur dan sektor jasa lain.

Demikian laporan dari National Intelligence Council (NIC) berjudul ”Global Trends 2015”, yang diumumkan Kamis (20/11) di Washington. NIC menyusun analisis berdasarkan survei selama setahun terhadap tren dan pengamatan para pakar, yang dilakukan para analis intelijen AS.

”Kekuatan ekonomi dan politik AS memudar dua puluh tahun mendatang. Krisis keuangan di Wall Street sekarang ini adalah tahapan awal pembentukan tatanan ekonomi global. Kekuatan dollar AS akan sama dengan lainnya...,” demikian laporan yang diumumkan agar Barack Obama mengetahui keadaan.

Thomas Fingar, Ketua NIC dan Deputi Direktur Nasional untuk Analisis Intelijen, mengatakan, pergeseran kekuatan ditandai dengan risiko tak terhindarkan berupa konflik, perang, dan perebutan sumber daya alam.

Indonesia raih kekuatan

China dan India, yang menjalankan sistem kapitalisme negara, kemungkinan bergabung bersama AS. Ini akan membentuk dunia multipolar. Posisi Rusia tak pasti, tergantung dari kekuatan energi dan pengembangan basis investasi. Iran, Turki, dan Indonesia juga sedang mencoba berebut pengaruh.

Kekayaan global juga sedang berpindah dari negara maju di Barat ke Timur Tengah, Rusia, dan Asia. Kawasan Asia menjadi pusat manufaktur yang sedang naik daun dan juga di sejumlah sektor jasa.

Pembentukan tatanan keuangan global baru terjadi lebih cepat dari yang diduga. Pertemuan kelompok G-20 pekan lalu di Washington memperlihatkan hal itu sudah mulai terjadi.

Dari AS muncul berita, jumlah penganggur yang membutuhkan jaminan sosial meningkat dan mencapai angka tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Indeks Dow Jones (AS) juga anjlok ke tingkat terendah dalam 21 tahun terakhir. Berita kebangkrutan dan pengurangan jumlah pekerja masih mendominasi pemberitaan dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau