PALEMBANG, SENIN - Warga Jalan Swadaya RT 47 RW 13 Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang menggrebek Hasasi (25) dan Riska (18). Minggu (23/11) siang. Keduanya tertangkap basah melakukan hubungan suami istri di sebuah rumah di lingkungan
tersebut.
Warga yang marah lalu menghubungi kantor polisi dan menuntut agar keduanya melakukan cuci kampung. "Yang punya rumah ini sedang naik haji, ya Pak Ansori. Terus anaknya yang menunggu rumah ini sedang praktek kerja lapangan di Padang. Lah terus kok ada orangnya," kata Hasanuddin, salah satu saksi mata kepada Sripo.
Menurutnya, kedua pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara itu merupakan orang pendatang. Mereka juga awalnya sempat curiga
beberapa kali, si pria sering bertandang ke rumah tersebut. Namun baru kali ini tertangkap basah oleh warga.
Pasangan tersebut adalah Hasasi yang berdomisili di Desa Sedongkok Betung Banyuasin dan merupakan anak seorang toke karet di desa tersebut. Kemudian Riska, berdomisili di Desa Pelnas Betung Banyuasin sekaligus pelajar SMA Muhammadiyah di Palembang.
Sadit, Ketua RT setempat mengatakan bahwa dia tidak menghendaki adanya kejadian tersebut di kampungnya. "Kita juga sebenarnya merasa malu sampai kecolongan seperti ini, tetapi ini sudah terjadi. Kita warga kampung meminta pada keduanya untuk cuci kampung," kata Sadit yang dijumpai di Mapolsekta Sukarami Palembang.
Sementara itu Hasasi alias Ujang mengatakan bahwa dia memang berpacaran dengan Riska. "Kami sudah dua tahun menjalin hubungan dan memang kebetulan saya sedang main ke Palembang. Saya akan bertanggung jawab kepadanya," kata Ujang.
Menurutnya, dia khilaf melakukan semua hal itu dan juga sebenarnya tidak mau melakukannya. Dia sangat menyayangi dan mencintai Riska serta tidak mau menghancurkan masa depan Riska.
Sedangkan Riskan terus saja menangis sejak kepergok oleh warga. Bahkan dia terus berujar hendak bunuh diri jika ada yang melaporkan perbuatannya tersebut kepada kedua orangtuanya di Kampung. "Saya mau bunuh diri, tolong jangan beritahu orangtua saya," kata Riska terus menangis.
Sementara itu Kapolsekta Sukarami, AKP FX Irwan Arianto, SIK didampingi Wakapolsek, Iptu Armansyah mengatakan bahwa orantua
dari keduanya akan dipanggil. "Kita akan memanggil orangtua mereka dan selanjutnya diserahkan. Apakah nanti akan dinikahkan atau tidak itu urusan kedua orangtuanya. Kita tadi mengamankan mereka agar tidak diamuk warga," kata Armansyah.
Pantauan di lokasi kejadian ratusan warga berkumpul. Mereka terus meneriaki keduanya dengan kata-kata yang menyakitkan dan terdengar sangat tidak mengenakan. Caci maki terus dilontarkan. Tampaknya warga sangat marah atas kelakuan bejat keduanya. (Yusnitasari)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang