Dukung Sultan, Franky Sahilatua Gunakan Rumus Terbalik

Kompas.com - 24/11/2008, 21:47 WIB

BATAM, SENIN - Anggota Tim Pelangi Perubahan (TPP), Franky Silahatua mengatakan, ia siap untuk mendukung Sultan Hamengku Buwono X menduduki kursi Presiden RI dengan menggunakan metode rumus terbalik dalam sosialisasinya.

"Kita gunakan rumus terbalik. Kalau dulu tokoh yang mencari partai, kini partai yang mencari tokoh," katanya kepada wartawan di Batam, Senin (24/11). Dengan metode tersebut, Franky yang lebih dikenal sebagai penyanyi ini, menekankan sosialisasi yang mengikat secara persuasif, sehingga menghasilkan respon positif dari masyarakat secara berkesinambungan.

Tidak hanya itu, TPP, kata Franky, juga telah mengumpulkan respon masyarakat yang didapat dari pengumpulan pendapat terhadap capres yang di usung Partai Republikan ini. Nantinya ini akan menjadi bahan rujukan bagi TPP untuk mulai melakukan pendekatan tahap mengikat.

"Penjaringan persoalan masyarakat akan kita jadikan kunci suksesi dengan coba melakukan tahapan pemecahan masalah,"katanya. Menurut penyanyi yang top ini, TPP lebih menekankan gerakan sosialisasinya pada suara golongan putih. "Golput itu berpeluang untuk dirayu, apalagi secara nasional kuantitasnya cukup besar yakni 40 persen," tambahnya.

Di tempat yang sama, Sultan menegaskan dirinya secara penuh telah didukung rakyat untuk maju menjadi calon presiden. Atas dasar itu, Sultan menyatakan dirinya masih belum memikirkan pinangan koalisi dengan capres lainnya untuk menjadi nomor kedua atau cawapres.

"Saya sudah deklarasikan bahwa saya siap jadi presiden pada 28 Oktober 2008 lalu di Yogyakarta, jadi belum kepikiran meralat pernyataan itu," katanya.

Disinggung mengenai pinangan Megawati menjadikan dirinya sebagai cawapres Sri Sultan menjawab belum merasa perlu untuk membahas hal tersebut. "Tidak ada, kami terima tawaran. Lagi pula belum ada celah untuk itu, kita lihat saja nanti," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau