YOGYAKARTA, SELASA - Masyarakat tidak berminat membeli minyak tanah nonsubsidi karena harganya terlampau mahal, mencapai Rp 8.000 per liter. Sejumlah pangkalan, Selasa (25/11) atau hari keempat minyak tanah warna ungu itu diedarkan Pertamina di Kota Yogyakarta dan Sleman, terlihat sepi pembeli.
Tumiran, pemilik pangkalan di Jalan MT Haryono Yogyakarta mengatakan, dari dua drum yang total berisi 400 liter, baru laku 100 liter. Kondisi serupa juga dia lami Isadirah, pemilik pangkalan di Jalan Krasak Barat Kotabaru.
"Harganya jelas terlalu mahal, walau keuntungan saya pun amat mepet. Saya menjual Rp 8.000, sedangkan kulakannya Rp 7.550 per liter," ujar Tumiran. Ia menyesalkan tidak adanya tindakan tegas dari emkot Yogyakarta sebab masih ada minyak tanah subsidi yang beredar.
Dari penelusuran Kompas, ada dua toko di Nagan Kulon, Kraton, Kota Yogyakarta menjual minyak tanah subsidi. Hanya saja kemarin stok mereka sudah habis. Dua pemilik toko yang tidak mau namanya disebut itu mengaku mendapat pasokan minyak tanah dari kenalannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang