Minyak Tanah Non Subsidi Sepi Peminat

Kompas.com - 25/11/2008, 21:19 WIB

YOGYAKARTA, SELASA - Masyarakat tidak berminat membeli minyak tanah nonsubsidi karena harganya terlampau mahal, mencapai Rp 8.000 per liter. Sejumlah pangkalan, Selasa (25/11) atau hari keempat minyak tanah warna ungu itu diedarkan Pertamina di Kota Yogyakarta dan Sleman, terlihat sepi pembeli.

Tumiran, pemilik pangkalan di Jalan MT Haryono Yogyakarta mengatakan, dari dua drum yang total berisi 400 liter, baru laku 100 liter. Kondisi serupa juga dia lami Isadirah, pemilik pangkalan di Jalan Krasak Barat Kotabaru.

"Harganya jelas terlalu mahal, walau keuntungan saya pun amat mepet. Saya menjual Rp 8.000, sedangkan kulakannya Rp 7.550 per liter," ujar Tumiran. Ia menyesalkan tidak adanya tindakan tegas dari emkot Yogyakarta sebab masih ada minyak tanah subsidi yang beredar.

Dari penelusuran Kompas, ada dua toko di Nagan Kulon, Kraton, Kota Yogyakarta menjual minyak tanah subsidi. Hanya saja kemarin stok mereka sudah habis. Dua pemilik toko yang tidak mau namanya disebut itu mengaku mendapat pasokan minyak tanah dari kenalannya.   

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau