PERHATIKAN dinding ini. Sekilas Anda mungkin tertipu karena rancangannya menyerupai dinding. Namun coba lihat lebih teliti. Beberapa engsel akan terlihat dan perlahan akan menyingkap tabir bahwa ini bukan dinding, melainkan sebuah partisi berpintu.
Dinding aspal (asli tapi palsu) selebar 4m ini membagi area foyer dengan ruang keluarga. Sosoknya memang sengaja didesain menyerupai dinding. Keberadaannya ada karena pada awalnya pemilik rumah tidak ingin terlalu banyak membagi ruangan. Namun karena akhirnya ruang utama terlalu luas dan "terbuka", maka dibuatlah sekat yang membatasi area penerima tamu dengan ruang dalam, yang rupanya masih luas juga.
Ruang dalam yang sering dijadikan tempat melangsungkan acara keluarga ikut berperan dalam kehadiran partisi yang mirip dinding ini. Seiring dengan rencana pembuatan sekat yang membagi ruang keluarga dan foyer, secara otomatis ruang gerak di dalam menjadi terbatas. Terlebih dalam hal akses ke dalam atau keluar ruangan. Untuk itulah, didesain sebuah dinding partisi yang dilengkapi empat pintu. Pintu partisi sengaja dirancang hanya dapat dibuka dari arah dalam, sehingga tampak dari arah foyer benar-benar bersih tanpa handel.
Keuntungan dinding partisi ini, jika ada tamu yang datang, ruangan penerima akan terlihat formal. Apalagi dengan menempatkan furnitur, tepat di tengah partisi, yang menjadikan partisi seolah-olah bersifat masif. Namun jika dibutuhkan, partisi ini dapat "dibongkar-pasang" dalam sekejap mata.
Penulis: Yuri
Foto: Martin