Dinding "aspal" yang Menipu

Kompas.com - 26/11/2008, 16:36 WIB

PERHATIKAN dinding ini. Sekilas Anda mungkin tertipu karena rancangannya menyerupai dinding. Namun coba lihat lebih teliti. Beberapa engsel akan terlihat dan perlahan akan menyingkap tabir bahwa ini bukan dinding, melainkan sebuah partisi berpintu.

Dinding aspal (asli tapi palsu) selebar 4m ini membagi area foyer dengan ruang keluarga. Sosoknya memang sengaja didesain menyerupai dinding. Keberadaannya ada karena pada awalnya pemilik rumah tidak ingin terlalu banyak membagi ruangan. Namun karena akhirnya ruang utama terlalu luas dan "terbuka", maka dibuatlah sekat yang membatasi area penerima tamu dengan ruang dalam, yang rupanya masih luas juga.

Ruang dalam yang sering dijadikan tempat melangsungkan acara keluarga ikut berperan dalam kehadiran partisi yang mirip dinding ini. Seiring dengan rencana pembuatan sekat yang membagi ruang keluarga dan foyer, secara otomatis ruang gerak di dalam menjadi terbatas. Terlebih dalam hal akses ke dalam atau keluar ruangan. Untuk itulah, didesain sebuah dinding partisi yang dilengkapi empat pintu. Pintu partisi sengaja dirancang hanya dapat dibuka dari arah dalam, sehingga tampak dari arah foyer benar-benar bersih tanpa handel.

Keuntungan dinding partisi ini, jika ada tamu yang datang, ruangan penerima akan terlihat formal. Apalagi dengan menempatkan furnitur, tepat di tengah partisi, yang menjadikan partisi seolah-olah bersifat masif. Namun jika dibutuhkan, partisi ini dapat "dibongkar-pasang" dalam sekejap mata.

Penulis: Yuri
Foto: Martin

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau