Thailand Panas, Tidak Ada Rencana Pemulangan WNI

Kompas.com - 26/11/2008, 17:19 WIB

JAKARTA, RABU - Panasnya situasi politik Thailand membuat sejumlah negara, termasuk anggota ASEAN, memperingatkan warga negaranya untuk tidak berangkat ke sana atau bahkan memulangkan warga negaranya dari negara gajah putih tersebut. Namun, tidak demikian dengan Indonesia.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) RI, Teuku Faizasyah, membantah bahwa Deplu telah merencanakan pemulangan Warga Negara Indonesia yang tinggal di Thailand setelah ribuan demonstran anti pemerintah dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) mengepung bandara internasional Suvarnabhumi.

"Sejauh ini tidak ada rencana seperti itu. Kita tidak melakukan (larangan) itu," tutur Faizasyah saat dikonfirmasi Kompas.com melalui hubungan telepon, Rabu (26/11).

Menurut dia, situasi tegang masih terpusat di sekitar bandara internasional Suvarnabhumi. Di Bangkok sendiri, ujar Faizasyah, kondisi masih aman terkendali dan aktivitas berjalan seperti biasanya. "Memang kondisi keluar masuk Thailand saja yang agak sulit. Tapi tidak ada langkah-langkah khusus ke arah sana (memulangkan WNI)," tegasnya.

Meski demikian, Faizasyah mengatakan KBRI di Thailand telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang tinggal di Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari atau melintas di titik-titik demonstrasi. Ia percaya WNI yang tinggal di Thailand telah memiliki mekanisme kewaspadaan sendiri mengingat suhu politik Thailand yang telah cukup lama memanas dan demonstrasi demi demonstrasi kerap terjadi.

"Kalau WNI yang akan berpergian ke sana tentu bisa memantau perkembangan kondisi Thailand dan memutuskan sendiri untuk pergi atau tidak. Tidak ada larangan berpergian atau larangan-larangan lain," lanjut Faiza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau