JAKARTA, RABU - Panasnya situasi politik Thailand membuat sejumlah negara, termasuk anggota ASEAN, memperingatkan warga negaranya untuk tidak berangkat ke sana atau bahkan memulangkan warga negaranya dari negara gajah putih tersebut. Namun, tidak demikian dengan Indonesia.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) RI, Teuku Faizasyah, membantah bahwa Deplu telah merencanakan pemulangan Warga Negara Indonesia yang tinggal di Thailand setelah ribuan demonstran anti pemerintah dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) mengepung bandara internasional Suvarnabhumi.
"Sejauh ini tidak ada rencana seperti itu. Kita tidak melakukan (larangan) itu," tutur Faizasyah saat dikonfirmasi Kompas.com melalui hubungan telepon, Rabu (26/11).
Menurut dia, situasi tegang masih terpusat di sekitar bandara internasional Suvarnabhumi. Di Bangkok sendiri, ujar Faizasyah, kondisi masih aman terkendali dan aktivitas berjalan seperti biasanya. "Memang kondisi keluar masuk Thailand saja yang agak sulit. Tapi tidak ada langkah-langkah khusus ke arah sana (memulangkan WNI)," tegasnya.
Meski demikian, Faizasyah mengatakan KBRI di Thailand telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang tinggal di Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari atau melintas di titik-titik demonstrasi. Ia percaya WNI yang tinggal di Thailand telah memiliki mekanisme kewaspadaan sendiri mengingat suhu politik Thailand yang telah cukup lama memanas dan demonstrasi demi demonstrasi kerap terjadi.
"Kalau WNI yang akan berpergian ke sana tentu bisa memantau perkembangan kondisi Thailand dan memutuskan sendiri untuk pergi atau tidak. Tidak ada larangan berpergian atau larangan-larangan lain," lanjut Faiza.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang