Saksi Meringankan Anthony Jadi Bumerang

Kompas.com - 26/11/2008, 18:51 WIB

JAKARTA, RABU - Saksi meringankan yang diusung tim pengacara Anthony Zeidra Abidin, berubah menjadi bumerang untuk mantan Anggota Komisi IX DPR itu. Saksi tersebut adalah Wawan Ridwan, mantan penjaga rumah Anthony di Jalan Gandaria No. 5 Jakarta Selatan.

Selama ini, Anthony selalu mengelak pernah menerima uang sogok dari Bank Indonesia di rumahnya tersebut. Uang dalam koper besar itu dibawa oleh dua pegawai BI (Asnar Azhar dan Rusli Simanjuntak) dan sopir.

Penyangkalan Anthony pupus oleh pernyataan saksi yang diharapkan akan meringankan hukuman bagi Wakil Gubernur Jambi itu.

Menurut Wawan, tamu pertama yang datang pada ke rumah baru Anthony itu berkunjung setelah Lebaran 2003. Pada saat itu ada dua mobil yang datang. Tamu pada rombongan pertama yang datang adalah Hamka Yamdhu, mantan rekan kerja Anthony di komisi IX yang juga terlibat kasus aliran dana Bank Indonesia ke sejumlah anggota DPR.

"Insyaallah beliau, yang paling ujung," ujarnya sambil menunjuk ke arah Hamka saat bersaksi untuk Anthony di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (26/11).

Tak lama berselang, datang satu lagi rombongan yang terdiri dari tiga orang menggunakan minibus. Salah satu penumpangnya, mengeluarkan koper besar dari mobil tersebut yang kemudian dibantu Wawan. Tamu itu membawa koper tersebut menuju ke ruang tamu.

Wawan menuturkan, sebelumnya Anthony berpesan akan ada tamu yang akan datang. Wawan sendiri sudah tidak bekerja dengan Anthony sejak kasus ini bergulir pada 2007.(BOB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau