BANJARBARU, SABTU- Romi (20) dan Juli (18), keduanya nama samaran, mungkin tak pernah mengira gaya pacarannya yang kelewat batas akan diketahui warga dan bahkan direkam dengan ponsel. Tapi itulah yang terjadi pada hari Jumat (28/11) kemarin.
Siang itu, sekitar pukul 12.00, sejoli yang berstatus sebagai mahasiswa itu asyik masuk di kamar kostnya di Kampung Tunggal Gag Budaya Jalan Kemuning Ujung, Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Rupanya, perbuatan itu diketahui sejumlah orang yang tengah bersiap sembahyang Jumat.
Sejumlah warga mengaku melihat kedatangan Juli menggunakan sepeda motor spin ke rumah kontrakan Romi. Sampai setengah jam, pasangan itu tidak keluar, dan pintu malah tertutup rapat.
Curiga, seorang warga kemudian mengajak warga lain untuk mengintip kamar kos di rumah yang dihuni empat lelaki itu. Dari celah jendela, mereka menyaksikan Romi dan Juli asyik masyuk.
Warga pun marah dan mendobrak pintu kamar kos yang dihuni empat orang lelaki. Keruan saja Romi, mahasiswa semester V sebuah perguruan tinggi negeri dan Juli yang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta itu kaget bukan kepalang. Juli yang berwajah imut dan berkulit putih ini cepat-cepat menarik celana dalamnya. Begitu pula dengan Romi.
"Kami sudah curiga mereka pasti berbuat mesum. Namun untuk memastikan itu kami terpaksa mengintip lewat celah jendela. Ternyata benar. Keduanya lagi telanjang bulat, bahkan lagi ‘main’," kata Adi (23) dibenarkan juga oleh Fahmi (24) warga setempat yang turut melakukan penggerebekan.
Penggerebekan ini membuat seisi kampung gempar. Warga yang emosi sempat memukul Romi yang dinilai mencemari kampung mereka. Untung Petugas Kepolisian Resor Kota Banjarbaru cepat datang, sehingga keduanya tidak babak belur dihajar warga. Di antara warga yang melakukan penggerebekan, ada yang sempat merekam pasangan itu saat sedang ketakutan.
Petugas langsung membawa pasangan itu ke markasnya. Bersama sejoli itu, petugas juga membawa tiga orang teman Remi, yang sama-sama tinggal di rumah kontrakan tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarbaru Ajun Komisaris Besar Zuhdi B Arrasuli melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris A Koko Prabowo, membenarkan telah mengamankan sejoli yang digerebek warga. "Kita akan memberikan pembinaan dan memanggil kedua orangtua sejoli," ujar Koko.
Saat diperiksa penyidik, Juli tampak syok. Dia terus menangis sambil menutupi wajahnya. "Kami sudah tiga bulan pacaran, "ucapnya.
Acil (40) warga setempat, mengaku sering melihat Juli yang biasa lalu lalang menggunakan sepeda motor Spin mendatangi rumah kontrakan pacarnya.
"Gadis itu memang sering datang ke kontrakan pacarnya di sini. Pantas saja mereka digerebek karena memang sudah sering ditegur, karena bertamu sampai larut malam," ucapnya.
Rekaman dihapus
Berkait dengan rekaman adegan Romi-Juli yang sedang ketakutan, polisi menyatakan sudah menghapusnya setelah diserahkan kepada polisi. "Rekaman itu sudah kita hapus. Ini untuk menghindari penggandaan," ucap seorang penyidik Polresta Banjarbaru.
Salah seorang warga yang sempat melihat rekaman itu mengatakan, "Si wanitanya sempat menarik celana dalamnya, tapi dia lupa menutupi bagian dadanya. Kemudian si perempuan langsung menutupinya dengan kain sprei kasur," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang