Banjir Samarinda Lumpuhkan Aktivitas 16.700 Keluarga

Kompas.com - 29/11/2008, 16:44 WIB

SAMARINDA, SABTU - Banjir akibat hujan dan meluapnya Sungai Karangmumus masih menggenangi tiga kecamatan di Samarinda, Kalimantan Timur, sampai Sabtu (29/11) sore. Banjir kini berdampak pada kehidupan 16.700 keluarga di Samarinda Utara, Samarinda Ulu, dan Samarinda Ilir.

Banjir mengakibatkan aktivitas warga Kecamatan Samarinda Utara masih lumpuh. Banjir sejak Senin (24/11) itu diduga terkait kritisnya hulu daerah aliran sungai atau DAS Karangmumus akibat penggundulan hutan dan maraknya pertambangan batu bara.

"Saya yakin penggundulan hutan dan pertambangan erat terkait dengan terjadinya banjir. Pemerintah tidak bisa cuma menyalahkan alam," kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Ahmad Vananzda.

Banjir mengganggu aktivitas 13.400 keluarga di delapan kelurahan, Samarinda Utara. Salah satu akses utama, Jalan Jenderal Ahmad Yani masih terendam hingga 1 meter. Semua warung, toko, bengkel, dan rumah makan tutup sehingga omzet harian miliaran rupiah hilang dalam empat hari ini.

Masih di Samarinda Utara, Jalan Gatot Subroto, satu-satunya akses menuju Bandar Udara Temindung, terendam 1 meter. Bandara yang melayani penerbangan ke pedalaman Kaltim itu ditutup tiga hari sejak Jumat sampai Minggu. Kompleks bandara terendam hingga 50 sentimeter (Cm). Penutupan diperpanjang bila banjir tidak kunjung surut.

Banjir juga menganggu aktivitas 2.200 keluarga di dua kelurahan, Samarinda Ulu. Aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan Dr Soetomo lumpuh. Salah satu akses utama di Samarinda itu terendam hingga 1 meter.

Di Samarinda Ilir, banjir menerjang 1.1 00 keluarga di dua kelurahan. Dengan demikian, banjir hingga 1,5 meter menggenangi tiga dari enam kecamatan di kota berpenduduk 607.000 jiwa itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau