SAMARINDA, SABTU - Banjir akibat hujan dan meluapnya Sungai Karangmumus masih menggenangi tiga kecamatan di Samarinda, Kalimantan Timur, sampai Sabtu (29/11) sore. Banjir kini berdampak pada kehidupan 16.700 keluarga di Samarinda Utara, Samarinda Ulu, dan Samarinda Ilir.
Banjir mengakibatkan aktivitas warga Kecamatan Samarinda Utara masih lumpuh. Banjir sejak Senin (24/11) itu diduga terkait kritisnya hulu daerah aliran sungai atau DAS Karangmumus akibat penggundulan hutan dan maraknya pertambangan batu bara.
"Saya yakin penggundulan hutan dan pertambangan erat terkait dengan terjadinya banjir. Pemerintah tidak bisa cuma menyalahkan alam," kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Ahmad Vananzda.
Banjir mengganggu aktivitas 13.400 keluarga di delapan kelurahan, Samarinda Utara. Salah satu akses utama, Jalan Jenderal Ahmad Yani masih terendam hingga 1 meter. Semua warung, toko, bengkel, dan rumah makan tutup sehingga omzet harian miliaran rupiah hilang dalam empat hari ini.
Masih di Samarinda Utara, Jalan Gatot Subroto, satu-satunya akses menuju Bandar Udara Temindung, terendam 1 meter. Bandara yang melayani penerbangan ke pedalaman Kaltim itu ditutup tiga hari sejak Jumat sampai Minggu. Kompleks bandara terendam hingga 50 sentimeter (Cm). Penutupan diperpanjang bila banjir tidak kunjung surut.
Banjir juga menganggu aktivitas 2.200 keluarga di dua kelurahan, Samarinda Ulu. Aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan Dr Soetomo lumpuh. Salah satu akses utama di Samarinda itu terendam hingga 1 meter.
Di Samarinda Ilir, banjir menerjang 1.1 00 keluarga di dua kelurahan. Dengan demikian, banjir hingga 1,5 meter menggenangi tiga dari enam kecamatan di kota berpenduduk 607.000 jiwa itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang