BIREUEN, MINGGU - Lintasan Bireuen-Takengon, tepatnya di kilometer 12, Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Provinsi NAD, longsor sepanjang 15 meter, Minggu (30/11) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Longsornya jalan lintas utama yang menghubungkan daerah ini dengan Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara, menyebabkan puluhan truk dan bus umum dari kedua arah, tidak dapat melanjutkan perjalanan, dan terpaksa bermalam di lokasi.
Marzuki, warga setempat mengatakan, kejadian berawal, Sabtu(29/11) pukul 23.00 WIB. Waktu itu, badan jalan terlihat amblas secara perlahan. Namun pada pukul 03.00 WIB badan jalan amblas sampai kedalaman hampir dua meter sehingga tidak bisa dilewati kendaraan. "Jalan amblas mungkin karena hujan yang turun selama sepekan terakhir. Sehingga, kondisi badan jalan menjadi labil dan longsor ke kali," ujarnya Minggu, (30/11), seraya mengatakan kejadian yang sama terjadi setahun sekali dalam empat tahun terakhir.
Kejadian ini menurut Marzuki sudah keempat kalinya, namun kali ini yang paling parah. Menurutnya, Camat Kecamatan Juli beserta perangkat desa, telah berulang kali mengusulkan agar jalan itu diperbaiki, namun hingga kejadian itu terulang belum juga terealisasi.
Sementara itu, Fauzi, sopir sebuah bus angkutan umum mengatakan, ia sampai di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB. Karena tak bisa lewat, ia dan sejumlah penumpang dari Medan dengan tujuan Takengon Aceh Tengah, terpaksa bertahan di sana. "Seharusnya pemerintah segera dapat melakukan perbaikan dan jangan dibiarkan berlarut-larut. Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak tanggap," katanya.
Sampai Minggu (30/11) pukul 10.00 WIB, sejumlah truk barang ukuran besar dan bus terlihat masih bertahan di sana. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada alat berat dan petugas dari dinas terkait yang datang ke lokasi longsor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang