Kerinci Dapat Diakses Lewat Perjalanan Udara

Kompas.com - 30/11/2008, 19:24 WIB

JAMBI,MINGGU-Potensi wisata di Kabupaten Kerinci sangat besar, namun wisatawan terkendala oleh jauhnya jarak tempuh dan kondisi jalan yang rusak. Kini, Bandara Depati Parbo di Kerinci mulai beroperasi, dengan penerbangan udara yang dilaksanakan oleh Riau Airlines.

Penerbangan untuk saat ini berlangsung dua kali seminggu, setiap Senin dan Jumat pagi. Menurut Divisi Pemasaran Riau Airlines Chen Wendra, pihaknya mulai membuka jalur penerbangan Jambi-Kerinci-Jambi, awal Desember ini. Pesawat yang digunakan jenis Fokker-50 dapat memuat penumpang hingga 50 orang, dan ketinggian terbang maksimal 20.000 kaki.

"Kami optimistis tingkat okupansi dapat mencapai rata-rata 70 persen. Selain rute Jambi-Kerinci-Jambi, Riau Airlines juga akan membuka jalur Padang-Kerinci-Padang dengan frekuensi penerbangan yang sama. Penerbangan sudah dapat dibuka bulan depan, " katanya.

Riau Airlines di tahun 2005 sempat beroperasi dengan jalur Jambi-Kerinci. Namun, pesawat kecil yang digunakan hanya berkapasitas 20 penumpang. Penerbangan berlangsung dua bulan saja. Dengan kondisi pesawat kecil dan landasan pacu yang hanya 900 meter, menurut Chen, mengakibatkan penumpang saat itu kurang nyaman.

Bupati Kerinci Fauzi Siin mengatakan, pihaknya akan mengupayakan pemantapan storing area seluas 1.600 meter persegi, jalur taksi, dan terminal. Daya dukung bandara, menurut Fauzi, akan terus disesuaikan dengan pesawat yang diizinkan antara lain M-12.

Menurut Fauzi, potensi wisata Kerinci sangat besar. Terdapat setidaknya 20 obyek wisata yang telah dikembangkan di Kerinci, antara lain Taman Nasional Kerinci Seblat, Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Danau Kerinci, Air Terjun Telung Berasap, sumber air panas Banyu Sumurup, serta perkebunan teh Kayo Aro milik PTPN VI. Kerinci juga kaya akan tradisi budaya, yang potensial digarap sebagai ajang wisata.

Namun, selama ini obyek-obyek pariwisata tersebut tak banyak dinikmati karena akses masuk ke Kerinci dari arah Jambi maupun Padang, hanya dapat dilalui lewat jalur darat. Dari Jambi, perjalanan membutuhkan sekitar 10 jam untuk mencapai ibukota Kerinci, Sungai Penuh, dengan jarak tempuh 320 kilometer. Sedangkan dari Padang, butuh sekitar enam jam untuk mencapai kerinci. Kondisi topografi Kerinci cenderung curam, dan kondisi jalan masih banyak yang rusak.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau