JAMBI,MINGGU-Potensi wisata di Kabupaten Kerinci sangat besar, namun wisatawan terkendala oleh jauhnya jarak tempuh dan kondisi jalan yang rusak. Kini, Bandara Depati Parbo di Kerinci mulai beroperasi, dengan penerbangan udara yang dilaksanakan oleh Riau Airlines.
Penerbangan untuk saat ini berlangsung dua kali seminggu, setiap Senin dan Jumat pagi. Menurut Divisi Pemasaran Riau Airlines Chen Wendra, pihaknya mulai membuka jalur penerbangan Jambi-Kerinci-Jambi, awal Desember ini. Pesawat yang digunakan jenis Fokker-50 dapat memuat penumpang hingga 50 orang, dan ketinggian terbang maksimal 20.000 kaki.
"Kami optimistis tingkat okupansi dapat mencapai rata-rata 70 persen. Selain rute Jambi-Kerinci-Jambi, Riau Airlines juga akan membuka jalur Padang-Kerinci-Padang dengan frekuensi penerbangan yang sama. Penerbangan sudah dapat dibuka bulan depan, " katanya.
Riau Airlines di tahun 2005 sempat beroperasi dengan jalur Jambi-Kerinci. Namun, pesawat kecil yang digunakan hanya berkapasitas 20 penumpang. Penerbangan berlangsung dua bulan saja. Dengan kondisi pesawat kecil dan landasan pacu yang hanya 900 meter, menurut Chen, mengakibatkan penumpang saat itu kurang nyaman.
Bupati Kerinci Fauzi Siin mengatakan, pihaknya akan mengupayakan pemantapan storing area seluas 1.600 meter persegi, jalur taksi, dan terminal. Daya dukung bandara, menurut Fauzi, akan terus disesuaikan dengan pesawat yang diizinkan antara lain M-12.
Menurut Fauzi, potensi wisata Kerinci sangat besar. Terdapat setidaknya 20 obyek wisata yang telah dikembangkan di Kerinci, antara lain Taman Nasional Kerinci Seblat, Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Danau Kerinci, Air Terjun Telung Berasap, sumber air panas Banyu Sumurup, serta perkebunan teh Kayo Aro milik PTPN VI. Kerinci juga kaya akan tradisi budaya, yang potensial digarap sebagai ajang wisata.
Namun, selama ini obyek-obyek pariwisata tersebut tak banyak dinikmati karena akses masuk ke Kerinci dari arah Jambi maupun Padang, hanya dapat dilalui lewat jalur darat. Dari Jambi, perjalanan membutuhkan sekitar 10 jam untuk mencapai ibukota Kerinci, Sungai Penuh, dengan jarak tempuh 320 kilometer. Sedangkan dari Padang, butuh sekitar enam jam untuk mencapai kerinci. Kondisi topografi Kerinci cenderung curam, dan kondisi jalan masih banyak yang rusak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang