SPBU Tutup, Banyak yang Terpaksa Dorong Motor

Kompas.com - 02/12/2008, 10:11 WIB

PANDEGLANG - Sejumlah warga Pandeglang menyatakan kecewa bahkan marah karena SPBU di kota itu menutup kegiatannya menjual BBM.
    
"Saya kira lebih baik bubarkan saja Pertamina," kata Samsudin (45) pengendara motor di SPBU Kadu Banen, Pandeglang, Selasa dengan nada tinggi.
    
Dia mengaku heran karena di zaman merdeka sekarang ini masih sering sekali terjadi kelangkaan BBM. Semestinya, Pertamina mampu mengendalikan pasokan BBM ke sejumlah SPBU sehingga tidak menyengsarakan masyarakat banyak.
    
Saat ini, kata Samsudin, banyak pengendara motor terpaksa mendorong kendaraannya karena kehabisan bensin. "Saya sendiri mendorong motor sejauh satu kilometer untuk mencari bensin di SPBU ini, namun ternyata SPBU tutup dan pengecer bensin juga kosong," katanya.  
    
Menurut dia, kelangkaan bensin itu terkait turunya harga premium dari Rp6.000 perliter menjadi Rp5.500 per liter. Namun penurunan itu ternyata membawa derita baru bagi masyarakat karena BBM langka.
    
"Seharusnya tidak terjadi kelangkaan BBM seperti ini," ujarnya. Sardi (40) petugas SPBU Cipacung, Pandeglang, mengaku pihaknya menutup penjualan sejak Minggu (30/11) karena pasokan BBM dari Depot Pertamina belum masuk.
    
Oleh karena itu, pihaknya terpaksa memasang papan pengumuman bertuliskan "Mohon maaf bensin tidak ada" agar pengendara tidak meluapkan emosinya ke SPBU.
     
"Papan nama ini sengaja dipasang untuk meredam emosi warga," katanya.  
     
Sementara itu, SPBU di jalan Raya Pandeglang-Serang juga kehabisan stok BBM karena terjadi aksi borong oleh pedagang pengecer. "Saat ini, harga bensin di tingkat pengecer mencapai Rp8.000 perliter," kata Ayub (45) warga Pandeglang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau