BANDAR LAMPUNG, KAMIS — Sebagian warga berterima kasih kepada kepolisian yang melakukan razia preman sehingga kondisinya lebih nyaman dibandingkan dengan sebelumnya. Namun, mereka menyayangkaan "preman" di pelayanan publik belum tersentuh.
"Kami saat ini sedikit lega ketika jalan bahkan hingga larut malam karena selain adanya beberapa petugas juga sebagian preman yang sering mangkal di beberapa lokasi sudah menghilang," kata Andi, warga Gedongmeneng, Bandar Lampung, Kamis.
Karena itu, ia berterima kasih kepada Kapolri yang memprogramkan pemberantasan preman serta sebelumnya memberantas perjudian yang menjadi salah satu penyebab munculnya aksi premanisme.
Namun, ia menyayangkan belum dilakukan razia terhadap preman yang berada di layanan publik, seperti pembuatan KTP, karena di tempat itu oknum, bahkan berpakaian PNS, melakukan kutipan uang lebih dari ketentuan.
"Kalau preman di jalan yang menjadi juru parkir tidak resmi yang mengutip Rp 1.000 rupiah per mobil, tetapi di pelayanan publik mencapai puluhan ribu sekali kutip. Karena itu, polisi harus segera masuk ke sana," kata dia.