LHI Tanggung Kerugian Korban Lumpur

Kompas.com - 04/12/2008, 11:19 WIB

KOTABARU, KAMIS - Perusahaan tambang batu bara PT Lana Harita Indonesia (LHI) akan menanggung kerugian akibat banjir bercampur lumpur yang dirasakan warga RT 11 dan RT 04, Kelurahan Sungai Siring, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (2/12) lalu.

Demikian dikemukakan  Kepala Divis Humas PT LHI Arif Komarudin saat dihubungi dari Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis (4/12).

''Kami melaksanakan aksi kemanusiaan secara berkesinambungan sampai kondisi normal,'' katanya dari Samarinda.

Menurut Arif, warga diberikan makanan siap saji, air bersih untuk mandi, mencuci, dan memasak, air untuk membersihkan kampung dari bekas lumpur, pakaian untuk anak-anak dan bayi bahkan seragam sekolah.

Hasil pendataan sementara oleh LHI dan aparat setempat menunjukkan banjir lumpur menerjang 61 keluarga di RT 11 dan RT 04. Banjir akibat air meluap dari salah satu lubang bekas galian tambang 5 tahun lalu. Genangan air dari lubang itu difungsikan oleh warga untuk mandi dan mencuci. ''Faktor alam cukup besar peranannya,'' kata Arif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau