KOTABARU, KAMIS - Perusahaan tambang batu bara PT Lana Harita Indonesia (LHI) akan menanggung kerugian akibat banjir bercampur lumpur yang dirasakan warga RT 11 dan RT 04, Kelurahan Sungai Siring, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (2/12) lalu.
Demikian dikemukakan Kepala Divis Humas PT LHI Arif Komarudin saat dihubungi dari Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis (4/12).
''Kami melaksanakan aksi kemanusiaan secara berkesinambungan sampai kondisi normal,'' katanya dari Samarinda.
Menurut Arif, warga diberikan makanan siap saji, air bersih untuk mandi, mencuci, dan memasak, air untuk membersihkan kampung dari bekas lumpur, pakaian untuk anak-anak dan bayi bahkan seragam sekolah.
Hasil pendataan sementara oleh LHI dan aparat setempat menunjukkan banjir lumpur menerjang 61 keluarga di RT 11 dan RT 04. Banjir akibat air meluap dari salah satu lubang bekas galian tambang 5 tahun lalu. Genangan air dari lubang itu difungsikan oleh warga untuk mandi dan mencuci. ''Faktor alam cukup besar peranannya,'' kata Arif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang