JAKARTA, JUMAT — Ketua Partai Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menyanjung kebesaran bangsa Indonesia. Menurutnya, di negara ini pernah lahir tokoh-tokoh pemikir besar yang telah dihormati dunia internasional, seperti Soekarno, Moh Hatta, Syahrir, dan Moh Natsir.
Selain itu, dia juga menilai Undang-Undang Dasar 1945 bersifat inklusif dan mengakui keberagaman. Anwar mengaku, dirinya mengatakan hal tersebut bukan berarti tidak memiliki nasionalisme, tetapi hanya mencoba bersikap obyektif.
"Saya rasa jarang negara yang seperti itu. Kalau di Malaysia, mana ada yang seperti itu. Di Malaysia, UMNO (koalisi partai berkuasa) semua," ujar Anwar, Jumat (5/12) di Pusat Studi Jepang Kampus UI Depok.
Ungkapan yang disampaikan di sela-sela kuliah umumnya yang berjudul, Can Asia Survive from Global Economic Crisis: A Challenge Towards Asia Renaissance. Anwar juga memuji seniman-seniman Indonesia, seperti Sutan Takdir Alisjahbana, Mochtar Lubis, dan Taufik Ismail.
Menurutnya, karya-karya mereka memberikan semangat dan inspirasi bagi semua orang. Kemudian, Anwar mengeluhkan dirinya yang dipersulit dalam memberikan kuliah umum di universitas-universitas di Malaysia.
"Padahal, saya sudah pernah memberikan kuliah umum di Oxford, Cambridge, Harvard, dan lainnya. Mungkin, universitas di Malaysia terlalu tinggi buat saya," ujarnya sambil tertawa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang