10 Mobil Termahal di Dunia (Bagian 1)

Kompas.com - 05/12/2008, 18:45 WIB


Waah... lagi krisis keuangan, kok ‘nulis’ mobil termahal? Dalam kondisi krisis atau tidak, tetap saja sebagian besar penduduk dunia tidak bisa membeli mobil-mobil mahal tersebut. Mobil tersebut hanya dimiliki oleh segelitir orang sebagai simbol status. Sebanyak 10 mobil termahal ternyata sebagian besar adalah supercar atau super mobil sport. Hanya beberapa saja yang masuk kategori bukan sport, namun yang pasti masuk dalam kategori “ultra mewah”.

Kriteria 10 mobil termahal di sini adalah mobil yang diproduksi dan dihomologasi bisa dipakai di jalan raya. Harga ini sudah termasuk pajak. Sebagian besar adalah harga di pasar Amerika Serikat.  Karena itulah dihitung dalam dollar Amerika Serikat. Beberapa mobil yang tidak dipasarkan di Amerika, dihitung berdasarkan harga yang ditawarkan produsen.

Kalau dikonversi ke rupiah, saat artikel ditulis, dikalikan Rp 13.000, mengikuti cara bisnis para pedagang komputer. Setelah dikonversi ke rupiah, Anda pun bisa berandai-andai. Misalnya, harga Bugatti Veyron sama dengan 1850 sepeda motor bebek seharga Rp 12 juta.

Nah, kalau kebetulan Anda melihat mobil tersebut melintas di jalanan Jakarta atau di mana saja di Indonesia, bisa memperkirakan harganya. Malah untuk Indonesia bisa lebih mahal lagi karena pajaknya sampai 200 persen, berdasarkan harga negara asal mobil.
 
1. Bugatti Veyron
Harga: 1.700.000 dollar AS
Rp 22.100.000.000

Mampu dikebut mencapai kecepatan tertinggi 407 km/jam. Diproduksi sejak September 2005. Aselerasi untuk 0–96 km/jam, Veyron butuh 2,5 detik.

Diproduksi oleh Bugatti Automobiles SAS, di bawah kelompok Volkswagen. Nama Veyron adalah penghormatan untuk pembalap Le Mans pada 1939, yang menggunakan Bugatti, yaitu Pierrre Veyron.

Mobil ini menggunakan W16, terdiri dari 16 silinder dan berkasitas 8,0 liter. Satu deret terdiri dari empat mesin. Menurut VW, tenaga yang dihasilkan mobil ini 1006-1026 PS. Namun, di iklannya, di Eropa dan Amerika tertulis "1001 PS".

2. Ferrari Enzo
Harga: 1.000.000 dollar AS
Rp 13.000.000.000

Juga disebut F60, bermesin 12 silinder berkapasitas 6,0 liter. Nama Enzo diberikan sesuai dengan pendiri Ferrari, yaitu Enzo Ferrari. Diproduksi pada 2003 dengan menggunakan teknologi Formula 1, seperti bodi dari serat karbon, transmisi dengan pergantian gigi secara berurutan (sequential) seperti F1, dan rem dari karbon-keramik.

Mobil ini menggunakan teknologi yang dilarang di F1, yaitu aerodinamakia aktif. Pada kecepatan 301 km/jam, spoiler belakang diaktifkan oleh komputer sehingga “down force” atau daya tekan mobil ke permukaan bertambah dari 775 kg.

Informasi terakhir, Ferrari mempersiapkan pengganti Enzo. Harganya pun tidak tanggung-tanggung, diperkirakan 1,8 juta dollar AS.

3. Pagani Zonda C12
Harga: 741.000 dollar AS 
(Rp 6.123.000.000)

Namanya kurang begitu akrab di Tanah Air. Sebaliknya di Eropa, Pagani asal italia ini cukup dikenal. Model yang termahal dari Pagani adalah Zonda C12F yang diperkenalkan kepada publik pada Geneve Motor Show 2005.

Menggunakan mesin 7,3 liter, V-12. Tenaga dihasilkan mencapai 602 PS, dan untuk clubsport mencapai  650PS. Klaim Pagani: akselerasi 0–96 km/jam dicapai dalam waktu 3,2 detik dengan kcepatan tertinggi 374 km/jam.

4. Shelby SSC Ultimate Aero
Harga: 654.440 dollar AS
(Rp 8.507.720.000)

SSC Ultimate adalah mobil tercepat saat ini. Akselerasi 0–60 km/jam dicapai dalam waktu 2,7 detik. Kecepatan tertinggi 412 km/jam. Hanya dibuat 25 unit. Shelby SCC adalah supercar kebanggaan Amerika Serikat yang dibuat di Tri Cities, Washington. Mesinnya berkapasitas 6.345 liter, V-8 1183 bhp @6950 rpm, menggunakan turbo dan intercooler ganda.

Kecepatan tertinggi yang dicapai SSC Ultimate Aero memperoleh sertifikat dari Guiness World Records. Catatan kecepatan tertinggi dicapai pada 13 September 2007 di jalan tol 221, Washington. Amerika Serikat. 

(Bersambung)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau