Cantika Jawa Timur dari Sariayu

Kompas.com - 06/12/2008, 07:17 WIB

Kebutuhan untuk mempercantik diri memang tak pernah berhenti. Seperti halnya tren mode yang selalu bergerak, tata rias wajah pun ikut berubah. Menjelang pergantian tahun, produsen kosmetik Sariyu Martha Tilaar, kembali meluncurkan tren warna 2009, Cantika Jawa Timur.

Tetap setia dengan komitmennya untuk mengangkat budaya lokal, kali ini tim artistik Sariayu memilih provinsi paling timur di pulau Jawa sebagai sumber inspirasinya. Bila sembilan tahun lalu keindahan gunung Bromo dan keunikan batik Madura menjadi sumber inspirasi tren warna dalam tema Mentari Pagi Bromo, kali ini giliran tarian Reog Ponorogo dan kecantikan Merak Hijau, yang terpilih.

Keindahan warna bulu ekor merak jantan saat menarik lawan jenisnya, diwujudkan dalam koleksi eye shadow yang memiliki warna berani, seperti tosca, ungu, dan kuning. Sedangkan kemegahan tarian Reog mewujud dalam warna-warna coklat keemasan, emas, dan maroon, dalam koleksi eye shadow seri Cantika Jawa Timur ini. Selain itu, Anda juga bisa memilih enam koleksi warna lipstik yang memiliki aroma buah melon dan apel, dua buah andalan provinsi Jawa Timur.

Untuk melengkapi riasan Anda, tersedia juga make up praktis, yakni lipstik cair yang memiliki dua efek warna dalam satu kemasan, serta duo eye make up, berupa maskara dan eye liner yang sama-sama dalam satu kemasan.

Sebagai dukungan nyata Sariayu terhadap daerah darimana sumber tren tersebut berasal, Sariayu menggandeng WWF Indonesia. Setiap konsumen yang membeli produk Cantika Jawa Timur, berarti menyumbang Rp 500 untuk program pelestarian Alas Purwo dan area konservasi WWF lainnya di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau