JAKARTA,SENIN - Momen Idul Adha hari ini dimaknai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berbeda. Bagi PDI-P, Hari Raya Kurban yang jatuh tepat pada hari ini, Senin (8/12), merupakan refleksi bagi para calon pemimpin bangsa yang diusung oleh partai berlambang kepala banteng ini.
"Pemimpin harus berkorban untuk rakyatnya," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI-P Taufik Kiemas usai Shalat Ied hari ini di lapangan parkir Kantor DPP PDI-P di kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan.
PDI-P hari ini memotong 25 ekor sapi dan 9 ekor kambing sebagai kurban. 10 di antaranya merupakan sumbangan langsung dari Taufik dan Mega, sedangkan sisanya sumbangan dari DPP dan DPD.
Nantinya, PDI-P akan membagi-bagikannya kepada warga yang tinggal di sekitar Kantor DPP. Sekitar 2000 kupon sudah dibagikan kepada warga yang akan menerima daging-daging kurban tersebut.
Taufik Kiemas yang datang tanpa istrinya Megawati Soekarnoputri yang juga adalah Ketua Umum PDI-P, menyampaikan bahwa rela berkorban itu akan direalisasikan dalam upaya mewujudkan sembako dengan harga murah jika pemerintahan berada di tangan Megawati. Pesan ini juga sudah dikabarkan lewat iklan politik PDI-P.
"(Iklan kita) realistis. Pemerintahan Mega (waktu itu) punya APBN Rp 400 triliun, sembako harganya murah-murah. Tapi pemerintah sekarang APBN Rp 1000 triliun tapi sembako mahal. Ini kan tidak realistis," tutur Taufik.
Menurut Taufik, PDI-P tak akan sekedar umbar janji seperti pemerintahan sekarang. Hingga berita ini diturunkan, proses pemotongan hewan kurban masih berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang