PDIP: Pemimpin Harus Rela Berkorban

Kompas.com - 08/12/2008, 10:16 WIB

JAKARTA,SENIN - Momen Idul Adha hari ini dimaknai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berbeda. Bagi PDI-P, Hari Raya Kurban yang jatuh tepat pada hari ini, Senin (8/12), merupakan refleksi bagi para calon pemimpin bangsa yang diusung oleh partai berlambang kepala banteng ini.

"Pemimpin harus berkorban untuk rakyatnya," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI-P Taufik Kiemas usai Shalat Ied hari ini di lapangan parkir Kantor DPP PDI-P di kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan.

PDI-P hari ini memotong 25 ekor sapi dan 9 ekor kambing sebagai kurban. 10 di antaranya merupakan sumbangan langsung dari Taufik dan Mega, sedangkan sisanya sumbangan dari DPP dan DPD.

Nantinya, PDI-P akan membagi-bagikannya kepada warga yang tinggal di sekitar Kantor DPP. Sekitar 2000 kupon sudah dibagikan kepada warga yang akan menerima daging-daging kurban tersebut.

Taufik Kiemas yang datang tanpa istrinya Megawati Soekarnoputri yang juga adalah Ketua Umum PDI-P, menyampaikan bahwa rela berkorban itu akan direalisasikan dalam upaya mewujudkan sembako dengan harga murah jika pemerintahan berada di tangan Megawati. Pesan ini juga sudah dikabarkan lewat iklan politik PDI-P.

"(Iklan kita) realistis. Pemerintahan Mega (waktu itu) punya APBN Rp 400 triliun, sembako harganya murah-murah. Tapi pemerintah sekarang APBN Rp 1000 triliun tapi sembako mahal. Ini kan tidak realistis," tutur Taufik.

Menurut Taufik, PDI-P tak akan sekedar umbar janji seperti pemerintahan sekarang. Hingga berita ini diturunkan, proses pemotongan hewan kurban masih berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau