Muslim Indonesia di Australia Rayakan Idul Adha

Kompas.com - 08/12/2008, 17:26 WIB

BRISBANE, SENIN -  Komunitas Muslim Indonesia di Canberra, Perth, Sydney, dan Melbourne merayakan Hari Raya Idul Adha 1429 Hijriah, Senin.

Mereka melaksanakan shalat Id berjamaah Id di kompleks KBRI Canberra, Konsulat RI Perth, wilayah kampus Universitas Melbourne dan Universitas Monash, serta Masjid Zetland Sydney.

Namun sekitar 150 orang muslim Indonesia yang berdomisili di Darwin, Australia Utara, baru melaksanakan shalat Id di Masjid Pusat Islam Darwin, Selasa pagi.

Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, kepada ANTARA mengatakan, shalat Id di Darwin dilaksanakan Selasa pukul 08.30 waktu setempat.

"Kita berharap otoritas pusat penahanan imigrasi Australia di Darwin mengizinkan para nelayan kita yang ditahan untuk mengikuti shalat Id bersama para Muslim lainnya di Masjid Islamic Center Selasa pagi," katanya.

Sementara itu, Wakil Konsul Fungsi Pensosbud Konsulat RI di Perth, Ricky Suhendar, mengatakan, ratusan orang Muslim Indonesia di Australia Barat sudah melaksanakan shalat Id di kompleks Konsulat RI Perth dan di Masjid Rivervale. "Sebagian warga Muslim lain di Perth baru merayakan Idul Adha Selasa," katanya.

Shalat Id di Konsulat RI Perth yang diikuti sekitar 300 orang jamaah dilanjutkan dengan acara silaturrahmi dengan Pejabat Konsul RI Perth, Andi A.Bastari dan sejumlah tokoh masyarakat Indonesia. Acara itu dimeriahkan dengan sajian aneka kue ringan khas Tanah Air dan lontong sayur, kata Ricky.

"Seusai acara, banyak di antara jamaah yang langsung berangkat kerja karena Idul Adha kebetulan jatuh pada hari kerja di Australia," katanya.

Di Canberra, ratusan warga Muslim Indonesia bersama keluarga besar KBRI Canberra juga melaksanakan shalat Id dengan imum, Yasir Alimi, mahasiswa S2 Universitas Nasional Australia.

"Pada Minggu malam, KBRI juga menggelar takbiran yang dihadiri Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb," kata Minister Counselor Bidang Pensosbud KBRI Canberra, Raudin.

Di kota Melbourne dan sekitarnya, komunitas Muslim Indonesia melaksanakan shalat Id berjamaah di dua tempat, yakni kampus Universitas Melbourne dan Universitas Monash.

"Seusai shalat Id yang diselenggarkan komunitas mahasiswa Muslim kita di Universitas Melbourne, panitia menggelar acara silaturahmi di saebuah taman di kawasan kampus. Jamaah tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga Malaysia, Pakistan, dan Timur Tengah," kata Konsul Jenderal RI di Melbourne, Budiarman Bahar.

Bagi warga Muslim Indonesia di kota Sydney dan sekitarnya, Masjid Zetland menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Shalat Id.

Menurut Minister Counselor Fungsi Pensosbud KJRI Sydney, Pratito Soeharyo, sekitar 300 orang memadati Masjid Zetland. Di antara jamaah shalat Id itu adalah Konsul Jenderal RI di Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo, dan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta, Dr.Komaruddin Hidayat.

Gaung perayaan Idul Adha di Brisbane juga terasa hari Senin walaupun sebagian besar baru merayakannya hari Selasa. Satu-satunya masjid di kota Brisbane yang menggelar shalat Id Senin adalah Masjid West End, Jalan Princhester 12, West End.

Berbeda dengan perayaan Idul Adha di Tanah Air yang diisi dengan penyembelihan hewan kurban setelah shalat Id, komunitas Muslim manca negara di Australia mengawalinya dengan shalat berjamaah dan dilanjutkan dengan acara silaturrahmi dan makan bersama.

Di seluruh Australia, terdapat lebih dari 340 ribu orang Islam. Mereka berasal dari beragam bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau