Kelima warga Bali itu adalah Anak Agung Komang Triastina asal Kabupaten Jembrana, I Gusti Ayu Putu Sri Rahayu (Tabanan), Ni Kadek Edi Darmayanti (Gianyar), Ni Luh Gde Mahendrayani (Nusa Penida, Klungkung), dan Ni Komang Sri Arini (Bangli). Kelimanya bekerja sebagai terapis spa di Hotel Trident Oberoi, Mumbai.
Kepulangan mereka antara lain difasilitasi Kedutaan Besar Indonesia untuk India. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian negara yang memastikan keselamatan mereka ketika peristiwa mencekam itu.
Trauma
Komang Triastina yang ditunjuk mewakili keempat rekannya mengatakan terima kasih untuk semuanya. Triastina mengungkapkan, dia dan keempat rekannya masih trauma. Mereka tidak ingin lagi mengalami peristiwa seperti 26 November itu, ”tersekap” dalam salah satu kamar hotel selama sekitar 36 jam. Dalam rentang waktu itu, mereka hanya minum air.
”Belum ada pikiran kembali ke luar negeri, apalagi India. Mungkin kami memilih untuk bekerja di Bali saja,” katanya.
Mereka berangkat ke India secara terpisah dan waktu berbeda, yakni 5-10 bulan lalu. Rata-rata penghasilan mereka sekitar 800 dollar AS per bulan.