Meningkat, Jumlah Meninggal Jamaah Haji Indonesia

Kompas.com - 09/12/2008, 14:32 WIB

JAKARTA, SELASA - Menteri Agama, M Maftuh Basyuni, memikirkan untuk mengevaluasi pengiriman jamaah yang tidak sehat. Pasalnya, jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal seusai prosesi puncak ibadah haji wukuf di Arafah terjadi peningkatan.

Jamaah meninggal dengan berbagai penyakit cenderung meningkat. Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada tanggal 6 Desember lalu memperlihatkan, ada 111 jamaah haji dinyatakan wafat. Namun, pada Senin (8/12) seusai wukuf di Arafah Siskohat telah mencatat 141 jamaah dinyatakan meningal dunia.

Media Center Haji Departeman Agama di Jakarta, Selasa (9/12) menyebutkan, menanggapi meningkatnya jamah haji yang meninggal setelah Arafah, Maftuh Basyuni berjanji akan mengevaluasi lagi sistem pengiriman jamaah haji Indonesia yang sudah tidak sehat. Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan jamaah haji Indonesia yang dikirim ke tanah suci benar-benar dapat melaksanakan ibadahnya secara maksimal.  

"Saya kira sejak dari awal kita harus selektif dalam menentukan jakamaah. Tahun depan saya akan beranikan diri untuk mengatakan calon jamaah yang menderita sakit tertentu tidak boleh. Tidak seperti sekarang, yang sejak dari Jakarta sudah pakai kursi roda bahkan ada yang dibawa ambulan," ujar Maftuh.

Maftuh mengakui, tidak akan ada pembatasan umur untuk berhaji. Hanya saja kriteria kesehatan harus di buat secara tegas mengenai siapa saja yang boleh berangkat dan tidak.

"Kalau Qatar itu membatasai umur 60 tahun tidak boleh berangkat. Kalau saya, tidak. Saya umur 6 0 tahun lebih masih sehat kok. Hanya saja perlu ada kriteria yang tegas. orang yang sakit itu kan sudah tergolong tidak mampu," kata Maftuh.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau