SURABAYA, SELASA- Mantan Gubernur Jawa Timur M Noer meminta siapapun kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada Jatim harus bekerja untuk menyejahterakan masyarakat. Sebab, kepala daerah maupun pemimpin adalah abdi rakyat.
"Untuk mengetahui apa yang diinginkan dan diperlukan rakyat, pemimpin harus dekat dengan rakyat, sehingga harus turun dan keluar masuk desa. Mungkin ada warga yang buta huruf, tetapi mereka tidak buta hati," kata M Noer ketika menerima kunjungan calon kepala daerah Soekarwo-Saifullah Yusuf di kediamannya di Jalan Anwari Surabaya, Selasa (9/12).
Pilkada Jatim sudah dilaksanakan dua putaran dan menyisakan dua pasangan calon, Soekarwo-Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono. Hasil putaran kedua dengan keunggulan tipis -sekitar 60 ribu suara untuk Karsa digugat Kaji ke Mahkamah Konstitusi.
Putusan MK terkait Pilkada Jatim putaran kedua memerintahkan KPU Jatim menghitung ulang hasil pemungutan suara di Pamekasan paling lambat 30 hari setelah putusan dan mengadakan pemilu ulang di Bangkalan dan Sampang selambatnya 60 hari setelah putusan.
Menurut Noer, kepala daerah harus membuat masyarakat kecil bahagia, tercukupi sandang, pangan, papan, dan pendidikan. Jangan sampai kepala daerah atau pemimpin negara hanya mengumbar janji ketika kampanye. Justru bagaimana mengamalkan janji yang disampaikan lebih penting.
Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat dengan 70 persen tinggal di pedesaan adalah distribusi pupuk yang dilakukan pedagang yang selalu mencari untung. Semestinya distribusi pupuk bersubsidi ditangani koperasi unit desa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang