MADIUN, SELASA — Luas lahan di Kabupaten Madiun yang ditanami jagung pada masa tanam kali ini meningkat dua kali lipat dibandingkan masa tanam sebelumnya. Banyaknya penanaman jagung di wilayah tepian hutan merupakan penyebab meningkatnya areal penanaman jagung.
Jika pada masa tanam sebelumnya luas lahan yang ditanami jagung hanya sekitar 2.000 hektar, tetapi sekarang areal lahan yang ditanami jagung mencapai 4.161 hektar. Dengan asumsi produksi per hektar sekitar 5,8 ton maka produksi jagung pada masa panen bisa mencapai 24.13 3 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Wijanto Joko Purnomo, Selasa (9/12), mengatakan, perluasan areal penanaman jagung ini di luar prediksi dinas pertanian. Sebelumnya dinas hanya memperkirakan perluasan sekitar 1.000 hektar atau naik 50 persen dari masa tanam sebelumnya.
Meluasnya areal penanaman di luar prediksi ini disebabkan semakin banyaknya lahan di tepian hutan yang dimanfaatkan oleh warga tepian hutan untuk menanam jagung. Sebagai contoh di tepian hutan di Kecamatan Dagangan, Kare, Gemarang, Wungu, Wonoasri, dan Saradan.
Tanaman tersebut dipilih selain hasilnya lebih menguntungkan daripada tanaman palawija lainnya, tetapi juga karena tidak banyak membutuhkan air seperti halnya tanaman padi. Pasalnya, wilayah di tepian hutan tidak banyak tersedia air untuk mengairi tanaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang