Hati-hati! Ada Konvergensi yang Membahayakan Pelayaran

Kompas.com - 09/12/2008, 18:45 WIB

BANDAR LAMPUNG, SELASA — Stasiun Meteorologi Maritim Panjang memperingatkan terjadinya konvergensi atau pertemuan angin di barat daya Selat Sunda yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi dan berbahaya bagi pelayaran. Selain itu, dalam sepekan terakhir sebanyak enam kapal cepat juga dihentikan operasinal karena gelombang tinggi dan kerusakan dermaga.

Neneng Kusrini, Kepala Kelompok Data dan Prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Selasa (9/12), mengatakan, dari pemantauan satelit menunjukkan bahwa konvergensi itu baru terjadi mulai Selasa pagi. Konvergensi menyebabkan angin bertiup dari barat daya ke barat dengan kecepatan 1220 knot sehingga berpotensi menimbulkan gelombang tinggi.

Gelombang laut di daerah konvergensi diperkirakan terjadi setinggi dua hingga tiga meter. Sementara gelombang laut di Selat Sunda diperkirakan setinggi 1,52 meter.

"Gelombang setinggi itu sangat tidak bersahabat sehingga BMG melalui Stasiun Meteorologi Maritim memperingatkan pengguna jasa penyeberangan untuk berhati-hati," ujar Neneng.

Lebih lanjut, Neneng mengatakan, berdasarkan pengalaman, konvergensi itu bisa terjadi antara dua sampai tiga hari. Namun, untuk konvergensi di barat daya Selat Sunda sangat tergantung dari stabilitas atmosfer.

Menurut Neneng, dalam kondisi bumi tengah mengalami pemanasan global, stabilitas atmosfer bisa terganggu yaitu dengan munculnya daerah tekanan rendah sehingga konvergensi bisa berlangsung dua hingga tiga hari.

Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, konvergensi di barat daya Selat Sunda merupakan konvergensi kedua selama 2008. Konvergensi pertama terjadi 19-21 November.

Terkait dengan gelombang tinggi tersebut, dalam sepekan terakhir PT ASDP Cabang Bakauheni sudah tidak mengoperasikan enam kapal penumpang cepat.

"Gelombang laut setinggi itu sudah berbahaya bagi pengoperasian kapal cepat," ujar Manajer Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni Zailis Anas, yang dihubungi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Menurut Zailis, penghentian operasional kapal cepat dilakukan selain karena faktor cuaca, juga akibat rusaknya dermaga kapal cepat di Pelabuhan Merak.

Sepekan terakhir, pihak Pelabuhan Merak masih terus memperbaiki kerusakan dermaga kapal cepat tersebut. Hanya saja, PT ASDP Cabang Bakauheni belum bisa memastikan waktu selesainya perbaikan dermaga.

Selain berdampak pada kapal penumpang cepat, gelombang tinggi juga mengakibatkan kapal feri roro sulit bersandar. Kesulitan sandar terutama terjadi pada dermaga 2.

Namun, PT ASDP berupaya melayani lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak dengan mengoperasikan 18 kapal feri roro. (HLN)       

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau