GRESIK, SELASA - Kepala Biro Humas PT Petrokimia Gresik, Harijono dalam siaran persnya Selasa (9/12) petang menyatakan PT Petrokimia Gresik bersinergi dengan produsen pupuk lain dalam memenuhi kebutuhan riil pertanian di Jawa Timur.
Sebagai produsen pupuk terlengkap dan terbesar di Indonesia, PT Petrokimia telah berupaya memenuhi kewajiban dari pemerintah untuk menyalurkan pupuk secara optimal sesuai kemampuan kapasitas perusahaan.
Kapasitas rancangan produksi pabrik urea di PT Petrokimia Gresik sebesar 460.000 ton. Tetapi karena keterbatasan pasokan gas sejak tahun 2002 yang semula 60 MMCFD (million metric standar cubic feed per day) turun menjadi 50 MMSCFD. Sejak tahun 2006 pasok an gas turun menjadi sebesar 41 MMSCFD, sehingga produksi pupuk urea tidak bisa optimal, hanya sekitar 425.000 ton.
Selain memproduksi urea, PT Petrokimia juga memproduksi ZA dengan kapasitas 650.000 ton, Superphos 1 juta ton, dan NPK Phonska 1,2 juta ton. Dari produksi urea 425.000 ton tersebut, dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan urea subsidi sebesar 316.054 ton d an sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sebagai bahan baku NPK Phonska, kata Harijono.
Tugas dan Tanggung Jawab
Berdasarkan ketentuan Pemerintah, PT Petrokimia Gresik semula menyalurkan pupuk urea untuk 12 kabupaten/kota di Jatim. Berhubung kemampuan produksi urea belum optimal yang disebabkan pasokan gas menurun sejak tahun 2002, maka dikurangi menjadi 10 kabupa ten/kota meliputi Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Magetan, Madiun, kota Madiun, Ponorogo dan Pacitan. Pupuk non urea disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia.
Sesuai Surat Keputsuan Gubernur Jawa Timur nomor 17 tahun 2008, total kebutuhan Urea bersubsidi di 10 kabupaten/kota tersebut sebanyak 312.054 ton. Namun karena naiknya permintaan pupuk, maka pemerintah menambah alokasi pupuk Urea bersubsidi di wilayah it u sebanyak 4.000 ton, sehingga total kewajiban yang harus dipenuhi sebesar 316.054 ton setahun.
Berdasarkan kewajiban sampai bulan November 2008 PT Petrokimia Gresik telah menyalurkan 303.574 ton dari kewajiban sebesar 283.035 ton atau 107 persen. Dari total kewajiban setahun telah disalurkan 97 persen, dan sisanya 3 persen menjadi kewajiban penyalu ran yang akan dipenuhi Desember 2008.
Kenaikan Kebutuhan Pupuk
Berdasarkan kondisi di lapangan kebutuhan pupuk Urea Bersubsidi di Jatim terus melonjak. Menurut Harijono itu disebabkan berbagai faktor diantaranya kebutuhan petani di daerah lebih tinggi dibanding alokasi subsidi.
Di sejumlah daerah yang usai dilanda banjir seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Gresik, Ngawi terjadi penanaman kembali (replanting) terutama di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Itu masih ditambah lagi dengan dibudidayakannya lahan tidur milik perhutani oleh masyarakat desa h utan yang belum termasuk perencanaan kebutuhan pupuk, ujar Harijono.
Upaya PT Petrokimia Gresik untuk mengatasi kelangkaan pupuk diantarnya menarik alokasi pupuk bersubsidi bulan Desember disalurkan November, dan menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah. kami berkoordinasi dengan pemerintah dan bersinergi dengan produs en lain untuk melakukan seleksi dan prioritas penyaluran pupuk bersubsidi sesuai jadwal tanam, katanya.
Sinergi produsen lain
Pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas dipimpin Wapres M Jusuf Kalla 28 November 2008 dan ditindak lanjuti dengan Surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri 5 Desember 2008 memberikan kebijakan menambah alokasi pupuk Urea Bersubsidi di Jatim sebesar 25.0 00 ton untuk wilayah yang menjadi tanggung jawab PT Petrokimia Gresik guna memenuhi daerah-daerah yang sekarang masih kekurangan seperti Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.
Untuk mempercepat penyaluran pupuk urea tambahan tersebut, daripada mendatangk an pupuk urea dari luar yang memerlukan waktu lebih lama, kebijakan PT Petrokimia Gresik langsung membuka membuka pintu langsung area yang menjadi tanggungjawab PG untuk dipenuhi PT Pupuk Kaltim dengan menggunakan sarana distribusi milik Petrikimia Gresik, paparnya.
Mencermati peningkatan kebutuhan pupuk di lapangan, bila tahun depan terjadi peningkatan kebutuhan urea diatas kemampuan PT Petrokimia, maka area yang menjadi tanggungjawab PG akan berkurang dari 10 kabupaten/kota menjadi tujuh kabupaten/kota. Sementara t iga kabupaten/kota lainnya akan dipenuhi dari PT Pupuk Kaltim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang