Antasari Azhar Tampil Monolog di Panggung Teater

Kompas.com - 10/12/2008, 15:52 WIB

JAKARTA, RABU — Acara teater diisi oleh seniman pasti sudah biasa. Namun, kalau pejabat negara, apalagi yang biasa berjibaku dengan urusan korupsi mengisi acara seni, pasti akan menarik.

Hal itu akan terjadi pada Malam Puncak HUT Ke-4 Federasi Teater Indonesia (FTI) yang akan dilangsungkan pada 27 Desember. Ketua KPK Antasari Azhar menjadi salah satu pengisi acara yang akan bermonolog pada acara yang digelar di Graha Bhakti Budaya itu.

"Akan ada monolog Antasari Azhar serta seorang soprano Spanyol. Insya Allah juga akan ada ucapan selamat dari Wapres RI," kata Ketua Panitia HUT Ke-4 FTI Bambang Prihadi pada jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (10/12).

Bambang mengatakan, pemilihan sosok Antasari bukan tanpa alasan. Momentum HUT FTI dimanfaatkan sebagai ajang untuk mengumpulkan semua orang dari berbagai kalangan, termasuk kalangan birokrat. Antasari diberikan kebebasan untuk membacakan monolog dalam bentuk apa pun versinya.

"Dari visi FTI, memang yang menjadi prinsip agar bisa dimiliki berbagai kalangan, mereka bisa mengapresiasi teater tidak sekadar nonton, tapi hadir di teater itu sendiri. Kami punya apresiasi terhadap sosok-sosok yang cukup baik dan punya dedikasi. Antasari kan berhadapan dengan monster-monster, ini bentuk dukungan moral kami, seniman teater, kepada dia. Hingga hari ini masih confirm akan hadir, semoga tidak ada perubahan," papar Bambang.

Selain itu, para penonton akan dihibur dengan akustik Slank, Opera Nano, dan Ananda Sukarlan. FTI juga akan mengumumkan pemenang Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat nasional. Sayembara ini diikuti 200 peserta yang hingga saat ini masih dalam proses seleksi. Para pemenang akan mendapatkan Rp10 juta untuk pemenang utama dan masing-masing Rp 3 juta untuk lima pemenang terbaik.

Rangkaian HUT FTI juga akan diisi dengan diskusi "Politik Teater dan Teater Politik" pada 27 Desember pukul 09.00, dengan pembicara Sukardi Rinakit, Mudji Sutrisno, dan Eros Djarot. Diskusi ini akan digelar di Lobby II Grahan Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.

FTI merupakan organisasi yang menghimpun teaterawan muda dan senior, juga group-group teater dari seluruh Indonesia yang saat ini sudah memiliki perwakilan di 30 provinsi dengan anggota sekitar 500 grup teater.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau