YOGYAKARTA, RABU - Hampir tiga minggu beredar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), minyak tanah nonsubsidi tetap saja kurang diminati. Sebagian pangkalan berencana tidak kulakan lagi jika respons pembeli tetap anjlok. Yang lain berencana mengurangi kulakan.
Di pangkalan milik Ibu Walimin di Krasak Barat, Kotabaru, Kota Yogyakarta, dari kulakan sebanyak dua drum, hingga Rabu (10/12) masih tersisa satu drum (200 liter). Bahkan dari pagi hingga sore tadi, minyak tanah nonsubsidi yang dijual Rp 8.000 per liter, tak ada yang membeli.
Jika respons pembeli masih sepi, Ibu Walimin berencana tidak kulakan minyak tanah warna ungu ini. Sebab, kerugian ditanggung sendiri. Minyak tanah nonsubsidi harus ditebus dulu dimuka. Cara pembayaran seperti ini jelas memberatkan bagi pangkalan.
Pangkalan milik Tumiran di Jalan MT Haryono, Kota Yogyakarta bernasib agak lebih baik. Kulakannya dua drum, akhirnya habis juga kemarin. Seminggu lalu dia sudah memesan dua drum lagi ke pihak agen. "Namun hingga Rabu ini, belum diantar," ujarnya.
Pihak agen, menurut Tumiran, mengatakan bahwa minyak tanah akan diantar jika permintaan dari pangkalan-pangkalan setidaknya sudah mencapai satu tangki (sekitar 4.000 liter). "Karena permintaan dari pangkalan belum segitu, minyak ya belum bisa diantar," ucapnya.
Untuk permintaan kedua yang sebanyak dua drum ini, lanjut Tumiran, ia mengeluarkan Rp 3 juta-an. Jika nanti respon pembeli tambah seret, ia berencana mengurangi permintaan minyak tanah pada agen, mungkin hanya satu drum.
Secara terpisah, Sales Area Manager Pertamina Yogyakarta Arie Anggoro mengatakan, pihaknya memberi kebebasan pada agen dan pangkalan apakah mau berjualan minyak tanah nonsubsidi atau tidak.
Hampir tiga minggu minyak tanah nonsubsidi beredar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, Pertamina sudah mengeluarkan sekitar 25 kilo liter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang