Perpanjangan Usia Pensiun Hakim Agung Bukan Urgensi Revisi UU

Kompas.com - 14/12/2008, 15:48 WIB

JAKARTA, MINGGU — Perpanjangan usia pensiun hakim agung menjadi 70 tahun bukan hal yang urgen dalam revisi UU MA. Pasalnya, revisi UU MA seharusnya fokus pada hal-hal yang mesti diperbaiki dari UU yang lama dalam rangka memperlancar jalannya reformasi peradilan.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Taufik Basari dalam konferensi pers di Kantor Indonesian Corruption Watch (ICW), Jalan Kalibata, Jakarta, Minggu (14/12).

"Jika perpanjangan bukan merupakan hal yang urgen untuk dilakukan saat ini, seharusnya persoalan pembahasan tentang perpanjangan usia pensiun tidak perlu dan harus dikembalikan pada ketentuan yang saat ini berlaku," tuturnya.

Menurut Taufik, perdebatan tentang usia hakim agung tak relevan dilakukan saat ini bila kondisi MA masih tidak normal. "MA sedang dalam kondisi tidak normal karena pertama, ketidakpercayaan masyarakat sangat rendah atas kinerja MA. Kedua, institusi ini yang paling lambat untuk melakukan reformasi insitusi," tutur Taufik.

"Jadi, tidak relevan jika MA kita dibandingkan dengan MA negara lain, seperti AS dan Inggris, karena hanya sepotong-sepotong, tidak apple to apple dengan negara pembanding tersebut," katanya.

Taufik mengatakan, saat ini kebutuhan reformasi MA dan peradilan bukanlah faktor usia pensiun, tapi lebih pada pembenahan internal, transparansi, akuntabilitas, peningkatan kapabilitas, dan penghapusan mafia peradilan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau