JAKARTA, MINGGU - Turunnya harga jual bahan bakar Premium yang ditetapkan Pemerintah mulai berlaku malam ini pukul 00.00, ternyata tidak sepenuhnya diketahui masyarakat. Beberapa konsumen terlihat menyesal, begitu tahu harga bakal turun, padahal mereka baru saja membeli bensin.
"Kalau turun jangan satu-satu kayak gini, apalagi sekarang malah mendadak, konsumen kecewa," kata Silitonga dengan nada ketus. Ia ditemui di SPBU Arteri Senayan, Jakarta, Minggu malam, usai mengisi bensin Rp 220 ribu untuk Kijang Innova yang dikendarainya.
Tak jauh berbeda, Suparno, pengendara mobil boks yang ditemui di SPBU Palmerah, Slipi ini mengaku menyesal. "Ah, saya kalau tahu harga turun, mending ngisi sedikit aja tadi, kalau kayak gini saya seperti terjebak," ujarnya.
Di SPBU Pejompongan, penyesalan pun mengalir dari mulut Jenny. Pengendara Honda Jazz itu baru saja mengisi bahan bakar untuk mobilnya sampai fulltank. "Saya malah baru tahu kalau nanti malam harga turun, padahal ini udah diisi bener-bener penuh. Sudah bener-bener tiris soalnya, tadi dipakai muter-muter seharian," ujarnya.
Rasa menyesal pasti akan melintas dibenak mereka. Tapi mungkin, rasa itu segera berlalu, karena selisih maksimal Rp 40 ribu tak terlalu berarti bagi mereka. Tapi bagaimana dengan mereka yang memang mencari penghidupan dengan menggunakan bensin? Tukang ojek misalnya.
Mardi, pemilik tiga buah motor yang dikaryakan untuk ojek merasakan penyesalan itu. "Biasanya, dalam seminggu untuk tiga motor yang saya punya, habis Rp 45 ribu. Kalo turun seperti ini lumayan, saya bisa menghemat sampai Rp 15 ribu," ujarnya dengan nada menyesal pula. "Kalau bisa, turun jangan sedikit-sedikit, yang jelas," katanya lagi.
Tapi namanya sudah terlanjur, semua konsumen itu tak memiliki pilihan lain kecuali menghidupkan kendaraannya dan pergi dari SPBU, dengan rasa kecewa telah membeli bensin (sedikit) lebih mahal, tentunya. "Kalau saya tidak masalah, yang penting penurunan ini bisa membantu warga yang penghasilannya pas-pas-an, agar bisa membeli bensin dengan harga terjangkau," kata Warsono, seorang konsumen di SPBU arteri Senayan.
Ya, semoga Pak...
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang