Penurunan Harga BBM Belum Berimbas ke Ongkos Produksi

Kompas.com - 16/12/2008, 18:47 WIB

 

 

BANTUL, SELASA - Meski harga bahan bakar minyak atau BBM sudah turun, namun imbasnya belum dirasakan oleh perajin kecil di Kabupaten Bantul. Biaya produksi mereka masih tetap karena harga bahan baku belum juga turun. Mereka berharap pemerintah melakukan intervensi agar penurunan harga BBM berdampak signifikan terhadap dunia usaha.

Triatmojo, perajin benda-benda rohani di Ganjuran Bantul, Selasa (16/12) mengatakan, penurunan harga BBM tidak terlalu membuatnya bahagia. Pasalnya harga bahan baku resin masih tetap tinggi yakni Rp 6,4 juta per drum, padahal sebelum harga BBM naik masih Rp 5,8 juta per drum.

Tak hanya bahan baku, penurunan harga BBM juga belum berpengaruh terhadap biaya pengiriman barang. "Padahal, hampir semua barang produksi Triatmojo harus dikirim ke berbagai kota. Pengusaha jasa transportasi belum bisa menurunkan tarif karena biaya perawatan armada sudah telanjur naik, " katanya.

Nasib serupa juga dialami Yamto, perajin keris di Dusun Banyusumurup, Girirejo, Imogiri. Harga kuningan yang digunakan untuk membuat kerangka keris (pendok) naik dari Rp 40.000/lembar menjadi Rp 55.000/lembar. "Meski harga bensin sudah turun dua kali, namun harga kuningan masih tetap sama, " katanya.  

Meski harga beberapa komponen bahan baku naik, perajin mengaku kesulitan menaikkan harga jual. Penyebabnya karena kerajinan itu dibuat massal oleh warga sehingga bila harganya lebih mahal pasti akan ditinggalkan pembeli.

Parjinah, perajin keris lainnya mengatakan, tidak mungkin menaikkan harga sendirian. Ia takut langganan pindah ke perajin lain.

"Seharusnya, ada kesepakatan bersama untuk menaikkan, tetapi itu sangat sulit dilakukan karena di sini perajin jalan sendiri-sendiri. Tidak ada asosiasi yang mengatur harga jual keris," katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau