Damri Angkut 1.600 TKI Bermasalah Tiap Bulan

Kompas.com - 18/12/2008, 06:26 WIB

JAKARTA, KAMIS — Djawatan Angkutan Bermotor Republik Indonesia (Damri) mengangkut sekurangnya 1.600 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang diturunkan di Pelabuhan Tanjung Priok. Koordinator Operasional Damri Drajat yang ditemui pada Rabu (17/12) menjelaskan, setiap minggu ada 400 TKI bermasalah yang diantar pulang ke kampung halaman setelah tiba di Jakarta.  

"Daerah tujuan bervariasi, dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Nusa Tenggara Timur. Kami bekerja sama dengan pihak ketiga atau operator bus lain untuk mengantarkan mereka ke daerah tertentu. Selebihnya diangkut dengan armada bus Damri," kata Drajat.

Para TKI bermasalah dibawa terlebih dahulu dari Tanjung Priok ke pul Damri di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pembiayaan biasanya ditanggung oleh Departemen Sosial.

Menurut Drajat, Damri sudah lama terlibat dalam operasi pemulangan TKI bermasalah. Sebagian besar TKI tersebut dipulangkan dari Malaysia dengang menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL.

Pelabuhan keberangkatan mereka di Malaysia bervariasi dari Pasir Gudang di Negara Bagian Johor, Port Klang di Negara Bagian Selangor, dan titik embarkasi lain. Sementara itu, jalur barat biasanya digunakan untuk memulangkan TKI bermasalah dari Negara Bagian Sarawak di Kalimantan.

Rute Brunei

Damri membuka rute baru dari Pontianak langsung menuju Bandar Sri Begawan (BSB) di Brunei Darusallam sejak sebulan terakhir. Drajat mengatakan, biaya tiket dari Pontianak-BSB sebesar Rp 500.000 satu kali jalan. Sebaliknya dari BSB-Pontianak dikenakan ongkos 50 dollar Brunei (sekitar Rp 350.000).   

"Total ada lima bus disiapkan dengan masing-masing memiliki kapasitas angkut 50 penumpang. Tiap hari dua bus berangkat dari Pontianak dan dua bus dari BSB serta satu unit menjadi cadangan, kata Drajat.

Sebelumnya, Damri mengoperasikan bus malam Pontianak-Kuching, Ibu Kota Negara Bagian Sarawak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau