JAKARTA, KAMIS — Djawatan Angkutan Bermotor Republik Indonesia (Damri) mengangkut sekurangnya 1.600 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang diturunkan di Pelabuhan Tanjung Priok. Koordinator Operasional Damri Drajat yang ditemui pada Rabu (17/12) menjelaskan, setiap minggu ada 400 TKI bermasalah yang diantar pulang ke kampung halaman setelah tiba di Jakarta.
"Daerah tujuan bervariasi, dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Nusa Tenggara Timur. Kami bekerja sama dengan pihak ketiga atau operator bus lain untuk mengantarkan mereka ke daerah tertentu. Selebihnya diangkut dengan armada bus Damri," kata Drajat.
Para TKI bermasalah dibawa terlebih dahulu dari Tanjung Priok ke pul Damri di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pembiayaan biasanya ditanggung oleh Departemen Sosial.
Menurut Drajat, Damri sudah lama terlibat dalam operasi pemulangan TKI bermasalah. Sebagian besar TKI tersebut dipulangkan dari Malaysia dengang menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL.
Pelabuhan keberangkatan mereka di Malaysia bervariasi dari Pasir Gudang di Negara Bagian Johor, Port Klang di Negara Bagian Selangor, dan titik embarkasi lain. Sementara itu, jalur barat biasanya digunakan untuk memulangkan TKI bermasalah dari Negara Bagian Sarawak di Kalimantan.
Rute Brunei
Damri membuka rute baru dari Pontianak langsung menuju Bandar Sri Begawan (BSB) di Brunei Darusallam sejak sebulan terakhir. Drajat mengatakan, biaya tiket dari Pontianak-BSB sebesar Rp 500.000 satu kali jalan. Sebaliknya dari BSB-Pontianak dikenakan ongkos 50 dollar Brunei (sekitar Rp 350.000).
"Total ada lima bus disiapkan dengan masing-masing memiliki kapasitas angkut 50 penumpang. Tiap hari dua bus berangkat dari Pontianak dan dua bus dari BSB serta satu unit menjadi cadangan, kata Drajat.
Sebelumnya, Damri mengoperasikan bus malam Pontianak-Kuching, Ibu Kota Negara Bagian Sarawak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang